Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bank Mandiri

Kinerja Finansial Bank Mandiri Membaik di Akhir Juni 2021, Laba Bersih Tumbuh 21/45 %

Kinerja finansial Bank mandiri membaik di akhir Juni 2021. Perseroan sempat terdampak dari pelemahan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. 

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
Rilis Bank Mandiri
Foto bersama saat paparan kinerja Bank Mandiri di Triwulan II tahun 2021 di Jakarta, Kamis (2972021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kinerja finansial Bank mandiri membaik di akhir Juni 2021.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, dari inisiatif ekspansi digital serta strategi penyaluran kredit yang prudent, pihaknya akhirnya berhasil memperbaiki kinerja perseroan pada triwulan II-2021.

Perseroan sempat terdampak dari pelemahan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. 

"Membaiknya kinerja finansial Bank Mandiri pada akhir Juni 2021," katanya melalui keterangan resminya, Kamis (29/7/2021).

Terlihat pada pencapaian laba bersih perseroan yang tumbuh 21,45 persen secara tahunan menjadi Rp 12,5 triliun.

Capaian tersebut  terutama disokong pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen YoY menjadi Rp 35,16 triliun.

Termasuk pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (fee based income) sebesar 17,27 persen YoY menjadi Rp 15,94 triliun. 

"Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada diharapkan akan terus meningkat," ujarnya.

"Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan," sambung Darmawan. 

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), DPK Bank Mandiri secara konsolidasi hingga kuartal II 2021 tumbuh 19,73 persen  YoY menjadi Rp 1.169,2 triliun.

Adapun komposisi dana murah sebesar 68,49 persen atau mencapai Rp 800,8 triliun.

Pertumbuhan dana murah terutama di dorong oleh pertumbuhan giro (bank only) sebesar 40,9 persen YoY di triwulan II 2021. 

"Keberhasilan kami menjaga tren pertumbuhan dana murah ini juga ikut menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) Bank Mandiri secara YtD (bank only) menjadi 1,71 persen turun dari level 2,53 persen  pada akhir tahun lalu," katanya. 

Ia menambahkan, kenaikan DPK secara signifikan dan kenaikan penyaluran kredit yang positif di paruh pertama tahun 2021 berkontribusi kepada pembentukan aset Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp 1.580,5 triliun, meningkat 16,26 persen secara tahunan. 

Pencapaian kinerja positif Bank Mandiri di kuartal II 2021 menunjukkan bahwa geliat pertumbuhan mulai terjadi. 

"Kami tentunya secara berkala akan memantau kondisi perekonomian, termasuk menggali potensi-potensi bisnis untuk menunjang pertumbuhan kinerja  berkelanjutan," tuturnya.  (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved