Breaking News:

Polres Enrekang

Kapolres Enrekang - Kasatgas Covid Bahas Penanganan Lonjakan Pasien Corona

Angka trend terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Enrekang mengalami peningkatan sangat signifikan.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
Polres Enrekang
Kapolres Enrekang, AKBP Dr. Andi Sinjaya dan Dandim 1419/Enrekang Letkol Inf. Utyu Samsul Komar mendampingi Kasatgas Covid-19 Enrekang, Asman membahas kesiapan lonjakan pasien terkonfirmasi di RSUD Kabupaten Enrekang. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Satgas Covid-19 Enrekang terus mengantisipasi peningkatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Enrekang.

Untuk itu, Kapolres Enrekang, AKBP Dr Andi Sinjaya dan Dandim 1419/Enrekang Letkol Inf. Utyu Samsul Komar mendampingi Kasatgas Covid-19 Enrekang, Asman membahas kesiapan lonjakan pasien terkonfirmasi di RSUD Kabupaten Enrekang.

Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya mengatakan, saat ini angka trend terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Enrekang mengalami peningkatan sangat signifikan. 

Sehingga diperlukan memperkuat manajemen penanganan Covid-19 antisipasi lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 agar semua pasien bisa dirawat dengan baik.

"Hal ini perlu adanya koordinasi terkait penyedian tempat tidur (TT) atau Bed Occupancy Rate (BOR) dan ruang isolasi pasien di rumah sakit," kata AKBP Andi Sinjaya, Jumat (30/7/2021) pagi.

Menurut Kapolres, untuk mengantisipasi lonjakan pasien positi, Pemkab Enrekang diharapkan segera menyiapkan tambahan TT atau BOR di rumah sakit khususnya RSUD Kabupaten Enrekang.

Hal ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan pasien yang signifikan di Enrekang.

"Kita harus punya strategi karena trend Covid-19 cukup tinggi, kami tidak ingin ada pasien yang tidak bisa terawat di rumah sakit," ujarnya.

AKBP Andi Sinjaya berharap, RSUD Maspul dapat memenuhi tempat tidur (TT) atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang.

“Jangan sampai BOR di rumah sakit yang ada di Enrekang tidak bisa menampung atau merawat pasien positif COVID-19," ucapnya.

"Sehingga akhirnya Enrekang menjadi daftar hitam dalam penanganan pasien COVID-19," jelas AKBP Andi Sinjaya.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Enrekang, Sutrisno berharap warga Kabupaten Enrekang bisa tertangani dengan cepat, baik kebutuhan obat maupun tempat tidur.

Hal itu demi memastikan pelayanan pasien Covid yang jalani masa isolasi dan perawatan tetap berjalan dengan baik.

"Kita ingin agar masyarakat kita tetap terjaga dan terlayani dengan di tengah mulai meningkatnya kasus Covid saat ini," tutupnya.(tribunenrekang.com)

Laporan Wartaw an TribunEnrekang.com, @whaiez

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved