Tribun Makassar
Launching Isolasi Apung KM Umsini Ditunda, Tunggu MoU dengan Kementerian Perhubungan
Untuk langkah awal Danny memperkirakan ada 100 orang yang bakal melakukan isolasi.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyatakan jika Isolasi Apung Kapal KM Umsini ditunda untuk difungsikan hingga, Senin (1/8/2021) mendatang.
Pasalnya, penyerahan kapal KM Umsini harus melalui MoU bersama Kementerian Perhubungan.
"Betul ini hari saya mau jalankan, tapi ada permintaan dari pusat bagusnya kita MoU dulu, kan ada penyerahan kapal, MoU diminta Hari Senin," ujar Danny saat ditemui tribun-timur.com di kediamannya, Kamis (29/7/2021) pukul 22.45 Wita.
Untuk langkah awal Danny memperkirakan ada 100 orang yang bakal melakukan isolasi.
Karena pasien isolasi yang sudah mendaftar untuk naik hari ini, terpaksa harus didata ulang.
"Kita tunggu dulu, menyesuaikan karena ini ditunda, otomatis suda ada yang sembuh, nah baru lagi kita cari, ini mau di tes ulang lagi," terangnya.
"Jadi saya kira tidak sampai 500 launcing pertama yang naik, harus bertahap, paling tidak 100 adalah. Tapi saya berharap 500 naik satu kaligus, supaya hemat kan," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto optimis jika Isolasi Apung Kapal KM Umsini sudah bisa difungsikan Kamis (29/7/2021).
Saat ini kata Danny sudah 112 pasien yang mendaftar, dan sementara penyusunan schedule pemberangkatan.
Seperti, semua orang harus diperiksa melalui puskesmas, untuk diperiksa lengkap.
Bukan hanya Covidnya, tapi melakukan medical check upnya.
Agar pihak Pemkot mempunyai data base terhadap kemungkinan komorbit yang masing-masing dialami pasien isoman.
"Sudah selesai pematangan, tapi ada beberapa yang perlu disempurnakan, dan hari ini selesai di sempurnakan, saya kira besok kita sudah siap menerima," ujarnya, Rabu (28/7/2021).
Nantinya bersama Otoritas Pelabuhan dan Lantamal VI Makassar akan melepas KM Umsini ke lokasi berlabuhnya, yaitu di sekitar Pulau Lae-lae.
"Kami sudah kordinasi dengan otoritas pelabuhan kalau kita ingin melepas nanti bersama dengan angkatan laut,melepas umsini ke tempat berlabuhnya," jelasnya
"Hari ini kami akan keluarkan schedulenya, kapan kita akan naik dan kapan berlabuh. Karena saat ini masih sementara rapat, menyempurnakan teknis," lanjutnya.
Saat ini pihaknya telah menyiapkan 6 kapal untuk mengangkut logstik, laundry, VIP, serta untuk pembuangan limbah medis. Hampir semua pemerintah kota punya, dan satu kapal sumbangan dari Asean Muslim Carity Foundation," terangnya.
Lebih lanjut, kata Danny, warga yang tidak ber-KTP Makassar juga bisa ikut mendaftar.
"Banyak pertanyaan yang masuk, misalnya ada warga yang bukan ber KTP Makassar, diterima atau tidak, ini lagi kita rundingkan ini," katanya
"Intinya kalau seluruh penduduk makassar sudah terpenuhi, kita pasti terima dari luar, karena ini untuk kemanusiaan," tutupnya.
KM Umsini akan berlabuh di perairan sekitar Pulau Lae-lae yang tak jauh dari daratan pusat Kota Makassar.
Untuk menuju ke sana, pasien akan dibawa dengan menggunakan kapal kecil yang disiagakan di dermaga.
Komandan Lantamal VI, Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari mengatakan, untuk proses pengantaran pasien ke atas kapal, pihaknya telah menyiapkan dua kapal khusus.
"Itu kapal patroli cepat, bisa menampung antara 12-20 orang, saya rasa tidak ada kesulitan nanti untukk transportasi ambulan laut dari dermaga ke kapal yang akan dilabuhkan," jelas Laksamana Pertama TNI De. Benny.
Kedua kapal tersebut, tidak disewakan ke Pemerintah Kota, sebab hal ini merupakan misi kemanusiaan.
"Gratis, tidak ada biaya sewa. Kita memfasilitasi, ini demi kemanusiaan. Jadi seperti yang saya sampaikan, salah satu tugas TNI dimasa damai adalah kemanusiaan," tutupnya.(*)
Laporan Wartawan tribun-timur.com, AM Ikhsan