Breaking News:

PSM Makassar

Ada Apa Bos PSM Temui Bos RANS Cilegon FC Raffi Ahmad?

Hal tersebut diketahui dari video unggahan Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin di Intstagram, @appi_mika, Kamis (29/7/2021).

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Instagram @appi_mika
CEO PSM Makassar Munfari Arifuddin temui CEO Rans Cilegon FC Raffi Ahmad. Hal tersebut diketahui dari video unggahan Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin di Intstagram, @appi_mika, Kamis (29/7/2021). 

Bapak Presiden yang kami hormati, sepakbola di negara ini merupakan olahraga dengan fanatisme yang tinggi, hiburan bagi masyarakat, dan kadang kala menjadi pemersatu bangsa saat sebagian dari kami sedang menggunakan lambang garuda di dada.  

Bapak Presiden yang kami hormati, mungkin Bapak mendengar dan melihat tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu di media sosial beberapa hari kemarin, tagar tersebut inisiasi kami, sebagai bentuk suara kami yang memang apa adanya.  

Dulu tagar #PesepakbolaBersatu kami buat di tahun 2012 sebagai gerakan solidaritas akan permasalahan tunggakan gaji yang dialami hampir di seluruh pesepakbola Indonesia.  

Kini tagar tersebut kami gunakan kembali sebagai gerakan bersama untuk menyatakan kami pesepakbola Indonesia siap untuk bermain sepakbola lagi.  

Bapak Presiden yang kami hormati, profesi pesepakbola dianggap sebagai profesi dengan penghasilan besar, penuh kemewahan dan ketenaran.  

Karena itulah kami dianggap kalangan mampu yang jauh dari bantuan-bantuan yang pemerintah berikan.  

Namun Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika 16 bulan ini tidak ada penghasilan terlebih teman-teman kami yang berada di Liga-2, pemotongan gaji dengan besaran fantastis, pemutusan kontrak sepihak, serta belum ada klub yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang  masih belum jelas.  

Bapak Presiden, pesepakbola, pesepakbola, yang cukup berbeda dengan lainnya, tidak jangka waktu karir yang panjang, banyak dari kami yang hanya memiliki panjang karir 10 tahun, syukur ada yang bisa sampai 15 tahun, maka memiliki 2 tahun kompetisi sangat tinggi bagi kami kami.  

Bapak Presiden yang kami hormati, sesungguhnya adanya kompetisi selain memberikan kehidupan bagi kami juga dapat memberikan hiburan bagi masyarakat.

Apalagi sejalan dengan himbauan Pemerintah untuk tetap di rumah bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak keluar rumah.  

Bapak Presiden yang kami hormati, kini mayoritas dari kami sudah vaksin, kami juga akan taat dengan protokol kesehatan.  

Jika memang protokol kesehatan yang ada belum dianggap cukup untuk dijalankan, kami juga siap diarahkan dengan protokol kesehatan sebagaimana mestinya, jika perlu ditempatkan satgas saat kompetisi berlangsung untuk menjaga protokol kesehatan agar berjalan dengan benar, kami siap untuk terlibat dalam penyusunan ataupun diskusi dalam pembuatan aturan kesehatan.

Bapak Presiden kami hormati, kami sangat ingin kompetisi berjalan kembali, namun tetap mengutamakan keselamatan, sehingga kami siap untuk menyukseskan agenda kampanye Pemerintah untuk menyelesaikan pandemi, karena kapasitas jejaring persona yang kami miliki, dapat dimanfaatkan untuk mendukung program  Pemerintah ke seluruh pelosok tanah air.  

Bapak Presiden yang kami rindukan aksinya menendang kick off pembukaan liga, kami juga menitipkan suara tidak hanya dari rekan-rekan seprofesi kami baik yang berada di Liga-1 maupun Liga-2, namun juga para tim pelatih kami, official tim kami, serta  para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi.  

Demikian Surat Terbuka Kami untuk Bapak Presiden.  Semoga Bapak Presiden membaca serta mendengarkan aspirasi kami.  Terima kasih Bapak Presiden.  Dari kami, Pesepakbola Indonesia.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved