Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona

Ciri-ciri Corona Varian Delta Mudah Menular hingga Cara Hindari Infeksi, 95% Dominasi Penularan

Covid-19 Varian Delta pertama kali diidentifikasi muncul di India dan memiliki sifat sangat mudah menular dan lebih berbahaya.

Tayang:
Editor: Ansar
iStockphoto/LittleBee80
Illustrasi batuk- Covid-19 Varian Delta pertama kali diidentifikasi muncul di India dan memiliki sifat sangat mudah menular dan lebih berbahaya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kemunculan Corona Varian Delta makin meresahkan masyarakat.

Varian Delta merupakan varian baru dari virus corona yang saat ini dominasi penyebaran.

Covid-19 Varian Delta pertama kali diidentifikasi muncul di India dan memiliki sifat sangat mudah menular dan lebih berbahaya.

Covid-19 Varian Delta menyumbang angka terbesar dengan risiko dirawat di rumah sakit lebih tinggi.

Data terakhir, lonjakan kasus corona didominasi varian delta.

Pada Selasa 27 Juli 2021 terjadi lonjakan drastis untuk angka terkonfirmasi Covid-19.

Lonjakan terjadi setelah dalam tiga hari terjadi penurunan signifikan.

Bahkan angka kematian kembali mencapai rekor tertinggi harian.

Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal hingga hari ini menembus angka 2.000.

Otomatis, angka kematian pun mencetak rekor harian.

Rinciannya, jumlah kasus yang meninggal hari ini mencapai 2.069.

Sebelumnya, angka kematian tertinggi tercetak pada 23 Juli, yakni sebanyak 1.566.

Selasa (27/7/2021) di RI bertambah sebanyak 45.203 kasus.

Dengan penambahan tersebut, total akumulasi kasus Covid-19 di Tanah Air menjadi 3.239.936.

Sementara untuk kasus sembuh bertambah 47.128.

Secara keseluruhan, sebanyak 2.596.820 orang telah sembuh dari Covid-19.

5 Hal penting seputar varian Delta

Salah satu faktor yang berkontribusi dalam peningkatan kasus Covid-19 adalah virus corona varian Delta yang memiliki sifat mudah menular.

Penting untuk diketahui tentang varian Delta dan dampaknya pada penanganan Covid-19.

Berikut 5 hal penting terkait varian Delta yang dihimpun dari situs Covid19.go.id :

1. 95% mendominasi penyebaran dalam 3 Minggu terakhir

Dikutip dalam laman LIPI, Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI Sugiyono Saputra, Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI mengatakan, merujuk data dari GISAID menunjukkan selama 3 minggu terakhir, lebih dari 95% kasus Covid-19 merupakan varian Delta sisanya adalah varian alfa dan varian lokal Indonesia.

2. 20% lebih menular dari varian Alfa

Padahal, varian alfa sendiri lebih menular 50% dari virus SARS-CoV-2 yang pertama.

Lingkungan tanpa penanganan Covid-19 seperti tidak mengenakan masker atau melakukan vaksinasi, dapat menyebabkan:

- Satu orang terinfeksi Covid-19 dari strain pertama, rata-rata menginfeksi 2,5 orang lain.

- Satu orang terinfeksi Covid-19 dari varian Delta, rata-rata menginfeksi 3,5 atau 4 orang lain.

Baca juga: Makanan ini Dapat Turunkan Kemampuan Tubuh Bentuk Antibodi Lawan Covid-19

3. Cepat menyebar

Artinya dapat meningkatkan risiko kematian.

Varian ini lebih cepat dapat mendongkrak jumlah kasus Covid-19.

Kondisi ini lalu menyebabkan kebutuhan perawatan di rumah sakit pun melonjak.

Dampaknya, beban pada sistem layanan kesehatan pun meningkat.

Hal ini yang dapat meningkatkan risiko kematian lebih tinggi karena banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan secara optimal.

4. Orang yang tidak divaksinasi memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19

Sebuah riset awal di Skotlandia, diketahui bahwa orang yang tidak divaksinasi memiliki risiko lebih tinggi dirawat inap saat tertular varian Delta daripada yang belum divaksinasi.

5. Selain vaksinasi, 3M+ ampuh membantu pencegahan penularan Covid-19

Mari disiplin terapkan memakai masker dengan benar, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun sebelum menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut, menjauhi Kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Apa Itu COVID Varian Delta?

Dikutip dari corona.jakarta.go.id, Covid-19 Varian Delta (B.1.617.2) merupakan mutasi dari Covid-19 yang telah menyebar (SARS-CoV.2 B.1.617). 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melabeli Delta sebagai varian  of concern (VOC) pada 11 Mei.

Sejak 14 Juni 2021 varian ini telah menyebar ke 74 negara, termasuk Indonesia.

Covid-19 Varian Delta dikategorikan sebagai virus yang mengkhawatirkan karena mengurangi netralisasi oleh antibodi secara signifikan.

ILUSTRASI varian baru virus corona
ILUSTRASI varian baru virus corona (The Scotsman)

Gejala Covid-19 Varian Delta

Seperti yang kita ketahui, virus corona akan menyebabkan beberapa gejala seperti:

- demam

- batuk kering

- napas pendek

- kelelahan yang luar biasa

- menggigil

- ketidakmampuan untuk mencium atau merasakan.

Baca juga: Gejala Covid Varian Delta, Ini Bedanya dengan Gejala Umum Virus Corona

Beberapa gejala tersebut mungkin masih dialami oleh mereka yang terinfeksi varian Delta

Namun ada beberapa gejala tambahan yang dialami oleh penderita varian delta, seperti:

- nyeri otot

- sakit kepala

- sakit tenggorokan

- hidung tersumbat atau pilek

- mual atau muntah

- diare

- sakit perut

- kehilangan nafsu makan

- gangguan pendengaran

- pembekuan darah

- gangren (kematian jaringan tubuh).

Baca juga: Menkes Ungkap Covid-19 Varian Delta Mulai Menyebar di Luar Pulau Jawa

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut maka, sebaiknya segera lakukan cara berikut:

- melaporkan hasil tes Covid-19 kepada pejabat setempat atau di lingkungan tempat tinggal Anda

- lakukan isolasi mandiri  sesegera mungkin

- Jika mengalami gejala ringan, Anda dapat melakukan isolasi mandiri di fasilitas isolasi pemerintah atau rumah Anda bagi yang memenuhi persyaratan

- jika Anda merasakan gejala sedang, Anda bisa melakukan isolasi mandiri dan berobat di rumah sakit lapangan, rumah sakit yang ditunjuk Covid-19, rumah sakit non rujukan, dan rumah sakit rujukan. 

- Bagi Anda yang memiliki gejala berat-kondisi kritis, Anda akan dirawat secara medis di HCU/ICU rumah sakit rujukan. 

Baca juga: Negara Bagian Victoria di Australia Lockdown Kelima Kalinya, Imbas 18 Kasus Corona Baru

Dalam Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dituliskan, isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari sejak dinyatakan terjangkit COVID-19.

Jika tidak berkurang, tambahkan waktu isolasi selama 3 hari hingga Anda terbebas dari gejala demam dan gangguan pernapasan.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, berikut ketentuan melakukan Isolasi/Karantina Mandiri:

- Ventilasi dan pencahayaan yang baik

- Kamar manndi terpisah, tetapi jika tidak teredia lakukan desinfeksi rutin pada permukaan yang sering disentuh

-  Kamar tidur terpisah

- Hindari kontak dengan orang lain serta tidak bepergian dan tidak menerima tamu

- Gunakan masker dengan benar

- Cuci tangan dengan sabun

- Jaga jarak

- Disinfeksi/bersihkan permukaan dengan disinfeksi secara berkala

-  Tangani sampah dengan hati-hati

- Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)

- Pemantauan harian gejala

- Berkoordinasi dengan puskesmas

- Jika muncul gejala yang semakin parah segera lapor petugas

-  Orang yang merawat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M.

Masyarakat juga tetap dianjurkan untuk terus mengenakan masker, membersihkan tangan, memastikan ventilasi yang baik di dalam ruangan, menjaga jarak secara fisik, dan menghindari keramaian.

Masih dari Instagram @kemenkes_ri, selain virus corona jenis baru varian delta, masyarakat juga perlu mewaspadai varian B.1.1.7 atau varian Inggris dan varian B.1.3.5.1.

Tingkat penularan dari varian baru di Indonesia mencapai 36 hingga 75 persen.

Maka Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas dengan tetap berada di rumah dan mematuh aturan protokol  kesehatan yang berlaku.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved