Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Nelayan Sebut Pulau Mori Balantang Luwu Timur Tercemar Limbah Sulfur

Perusahaan nikel, PT Vale Indonesia diduga melakukan pencemaran lingkungan di Pulau Mori.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
warga
sulfur yang berserakan di Pulau Mori, Desa Balantang, Kecamatan Malili, Luwu Timur 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pulau Mori yang berlokasi  wilayah Desa Balantang, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), disebut kini tercemar.

Hal tersebut berdasarkan informasi dari sumber diperoleh Tribun Timur, Selasa (27/7/2021).

Warga Balantang inisial RM ini mengaku berhasil mengumpulkan hampir satu ton sulfur dari pulau itu.

RM mengumpulkan sulfur yang sudah bercampur tanah dan lumpur laut, berserakan disekitar pulau itu. 

Sulfur yang termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3) banyak berserakan di pulau tersebut.

Jenis limbah B3 ini akan sangat mengancam lingkungan serta kesehatan manusia. 

Sulfur yang ditemukan di Pulau Mori sejak tahun 2015. 

Sejatinya, kondisi tanah atau lahan ha­rus bebas dari semua pence­maran, ter­utama pencemaran limbah B3.

Tanah atau lahan tercemar limbah B3 akan rusak karena mengalami perubahan kuali­tas dan budidaya tanaman sulit dilakukan karena sudah tercemar limbah B3.

Imbas dari pencemaran lingkungan itu, pohon bakau atau mangrove yang biasa tumbuh di sekitar pulau jadi sulit tumbuh.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved