Breaking News:

PON XX Papua

Agustus, Tim Balap Motor PON Sulsel Rencana Uji Coba Sirkuit di Papua

Tim cabang olahraga balap motor Pekan Olahraga Nasional (PON) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan medali emas dalam PON XX Papua.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas
Pelatih tim balap motor Sulsel, Adhifar Hakim
Suasana latihan pebalap motor Sulsel untuk berlaga di PON XX Papua 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tim cabang olahraga balap motor Pekan Olahraga Nasional (PON) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan medali emas dalam PON XX Papua.

Tim balap motor PON Sulsel turun di kelas 150 cc. Pada Pra PON tahun 2019, tim balap motor berhasil merengkuh emas.

Demi mempertahankan raihan tersebut, tim balap motor sejak tahun 2020 telah melaksanakan pemusatan latihan hingga sekarang di Yogyakarta dan Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh pelatih tim balap motor Sulsel, Adhifar Hakim ketika dihubungi melalui telepon, Senin (26/7/2021).

“Semenjak kita lolos ke PON pada tahun 2019, di tahun 2020 sudah kita mulai pemusatan latihan  di Yogyakarta dan Jawa Barat sampai akhir bulan ini,” katanya.

Lanjut dia, selama 2021 ini juga telah dilakukan try out sebanyak tiga kali di Boyolali, Jawa Tengah, Subang, Jawa Barat dan di sirkuit sentul Bogor, Jawa Barat.

Meski memperoleh emas di Pra PON, menurut Adhifar tak ingin gegabah untuk meraih podium. Sebab, try out bukan penentu, hasil akhir ada pada PON.

“Karena kami punya  pengalaman kalau memperlihatkan terus performa atlet sering di carikan jalan  untuk cedera, jatuh dan sebagainya. Pengalamaan itu sudah dua kali kita dapat, di tahun 2012 sebelum PON Pekanbaru dan di tahun 2016 PON Jawa Barat.”

“Kita try out cari lawan tanding yang betul-betul bertemu nanti di PON Papua,” sambungnya.

Untuk lebih mematangkan persiapan, kata Adhifar, tim balap motor Sulsel berencana terbang ke Merauke, Papua bulan Agustus untuk mencoba sirkuit balap di sana.

“Kami mau uji coba sirkuitnya, karena sirkuit baru,” ujarnya.

Itu pun kalau dana try out telah diberikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel.

“Dijadwalkan Agustus ingin berangkat, akan tetapi biaya latihan belum juga kita dapat,” ungkapnya.

Belum lagi, mulai 1 Agustus Papua akan menerapkan PPKM. Untuk masuk ke sana nantinya pasti sangat ketat.

“PPKM akan diberlakukan di Papua mulai 1 Agustus, kami tetap optimis berangkat. Walau ada pernyataan ditutup, tapi kan ada skala priotitas untuk atlet PON masuk ke sana dengan catatan, ada setifikat vaksin,” pungkas Adhifar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved