Lawan Covid19

94% Warga Indonesia Meninggal Karena Belum Vaksin Covid-19 dan Pelayanan Rumah Sakit yang Penuh

Menko Luhut Panjaitan dan Kementerian Kesehatan merilis banyak warga RI meninggal karena belum vaksin Covid19, ini solusi pemerintah tangani Pandemi

Editor: Mansur AM
DOK TRIBUN TIMUR
Ilustrasi Kompleks pemakaman pasien Covid-19 di Sulsel di Macanda - Menko Luhut Panjaitan dan Kementerian Kesehatan merilis banyak warga RI meninggal karena belum vaksin Covid19, ini solusi pemerintah tangani Pandemi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kenapa banyak warga Indonesia meninggal dunia karena Covid-19?

Kementerian Kesehatan RI dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan kompak  menyebut karena angka vaksinasi Covid-19 yang masih belum capai target.

Hingga Senin (26/7/2021), sebanyak 83.279 meninggal sejak wabah Corona melanda Tanah Air.

Sepekan terakhir kasus kematian tembus di atas 1.0000-an kasus.

Sementara pemerintah terus menggenjot vaksinasi.

Dari target 208 jutaan warga baru 44,6 juta (21,3%) yang sudah vaksin tahap pertama.

Sementara vaksin tahap kedua lebih rendah lagi baru 17,9 juta (8,5%) warga.

Vaksinasi terlambat salah satunya karena banyak beredar disinformasi dan informasi menyesatkan alias hoax tentang bahaya vaksin di tengah masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah faktor tingginya angka kematian akibat Covid-19 akhir-akhir ini.

Salah satunya, karena kapasitas rumah sakit (RS) yang sudah penuh.

“Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor, yakni kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah,” ujar Luhut, dikutip dari siaran pers, Senin (26/7/2021).

Luhut mengatakan, hasil tinjauan lapangan juga menunjukkan, rata-rata pasien yang meninggal menderita komorbid atau belum menerima vaksin.

“Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat,” tuturnya.

Solusi Pemerintah

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved