Breaking News:

Tribun Enrekang

Kejari Enrekang Tetapkan 1 Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa Lunjen

Kejari Enrekang akhirnya mengumumkan tersangka kasus korupsi dana pengadaan pipanisasi jaringan air bersih di Desa Lunjen

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ASIZ ALBAR
Kasi Intel Kejari Enrekang, Andi Zainal Akhirin Amus didampingi Kasi Pidsus, Meidy Wensen dalam press release di Kantor Kejari Enrekang, Sabtu (2472021). 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang akhirnya mengumumkan tersangka dalam kasus korupsi dana pengadaan pipanisasi jaringan air bersih dan teknologi hidran air bersih di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang.

Pengerjaan tersebut bersumber dari dana desa pada Desa Lunjen tahun anggaran 2018 dan 2019.

Pelaku yang telah ditetapkan tersangka dan ditahan adalah Armin Jaya (36) selaku pelaksana kegiatan dalam pengerjaan dana desa tersebut dari CV LT yang beralamat di Kecamatan Baraka.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Intel Kejari Enrekang, Andi Zainal Akhirin Amus didampingi Kasi Pidsus, Meidy Wensen dalam press release di Kantor Kejari Enrekang, Sabtu (24/7/2021).

Menurut Andi Zainal, proyek yang bermasalah tersebut dianggarkan menggunakan dana tahun 2018 dan tahun 2019.

Pada tahun 2018 dianggarkan Rp 350 juta proyek pipanisasi jaringan air bersih Desa Lunjen dan tahun 2019 dianggarkan pengadaan teknologi hidran air bersih senilai Rp 607 juta.

Sehingga total anggaran yang dikucurkan dalam dua pengerjaan tersebut senilai Rp 957 juta.

"Tim Penyidik Kejari Enrekang telah menetapkan tersangka dan penahanan terhadap saudara inisial AJ (36) dalam penyalahgunaan dana pengadaan pipanisasi jaringan air bersih dan teknologi hidran air bersih di Desa Lunjen, Kecamatan Buntu Batu tahun 2018 dan 2019," kata Andi Zainal.

Andi Zainal mengatakan, AJ sebagai pelaksanan dua kegiatan dalam kasus tersebut, namun hasil pekerjaannya tidak bermanfaat bagi masyarakat atau tidak berfungsi dengan baik.

Dimana terdapat satu item kegiatan belum dilaksanakan bahkan dalam pembelian material pekerjaan tersebut menggunakan kwitansi palsu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved