Breaking News:

Tribun Sulsel

Angka Covid-19 Tinggi, Pemprov Sulsel Berlakukan WFH 75 Persen

Menyikapi tingginya kasus covid-19 di Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap memberlakukan masa work from home (WFH).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
Humas Pemprov Sulsel
Plt Gubernur Suslel, Andi Sudirman Sulaiman saat melantik ASN eselon III beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Menyikapi tingginya kasus covid-19 di Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap memberlakukan masa work from home (WFH).

Tertuang dalam surat edaran bernomor 443.2/6802/B.ORGANISASI terkait sistem kerja pada Pembatas Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Covid-19 bagi aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Edaran tersebut diteken pada 9 Juli 2021 lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Statistik dan Persandian Sulsel, Amson Padolo mengatakan, kebijakan WFH ini masih tetap berlaku meski ada kebijakan baru soal PPKM yang dibagi berdasarkan tingkatan atau level.

"Tidak ada perubahan karena dalam edaran dituliskan berlaku mulai tanggal ditetapkan sampai dengan berakhirnya masa PPKM Mikro atau ditetapkan kebijakan lebih lanjut," jelas Amson Padolo kepada tribun-timur.com, Sabtu (24/7/2021) pagi.

Dalam edaran tersebut ditetapkan bahwa ASN  dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Pemprov Sulsel yang berada pada zona merah atau zona oranye melaksanakan sistem kerja 100 persen work from office.

Itu berlaku bagi satuan dinas kesehatan, dinas sosial, rumah sakit, satpol PP, badan penanggulangan bencana dan dinas perhubungan.

"Itu karena mereka melakukan pelayanan langsung terhadap masyarakat, dan menjadi garda terdepan melalukan pencegahan dan penanganan covid-19," jelasnya

Sementara OPD lainnya diberlakukan sistem kerja shift 25 persen WFO (Working From Office) dan 75 persen WFH (Working From Home).

Dikecualikan bagi Pegawai yang rentan Covid-19, Sakit, memiliki riwayat penyakit kanker, darah tinggi, gangguan jantung, gangguan ginjal dan/diabetes dan ASN/PTT yang sedang mengandung, serta yang mengalami gejala atau terpapar COVID-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved