Breaking News:

Tribun Maros

Pedagang Pasar Pakalu Maros Minta Biaya Retribusi Dikurangi

Polemik retribusi pasar tak kunjung usai antara pedagang dan TNI angkatan darat selaku pemilik lahan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Dandim Kodim 1422Maros, Inf Budi Rahman 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Polemik retribusi pasar tak kunjung usai antara pedagang dan TNI angkatan darat selaku pemilik lahan.

Sehingga untuk menengahi polemik tersebur, pemerintah kabupaten maros bersama Forkopimda pun melakukan rapat dengar pendapat bersama perwakilan pedagang pasar pakalu dan pihak TNI AD, Kamis (23/07/21).

Rapat tersebut dilangsungkan di ruang kerja Bupati Maros, di kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Pada RDP tersebut, perwakilan pedagang pasar Pakalu mengadukan nasibnya ke Bupati Maros.

Mereka sekaligus meminta solusi terbaik atas kisruh tempat mereka mencari nafkah selama ini.

Pasalnya, meskipun tidak dilakukan pengosongan, pihak TNI AD dalam hal ini Kodam XIV Hasanuddin mengambil alih lahan pasar tersebut.

Melalui rapat itu, koordinator pedagang pasar Pakalu, Ramli menjelaskan selama ini para pedagang yang berjualan ikut mengikuti aturan Kopumdag Pemkab Maros dengan pungutan retribusi yang bervariasi.

Pedagang bukan mempermasalahkan persoalan ambil alih lahan oleh TNI AD, tetapi mereka menginginkan perlu kejelasan dan kesepakatan terkait nasib pedagang dan keringanan retribusi serta iuaran.

Adapun keringanan retribusi yang diminta oleh pedagang yakni Zona A sebelumnya Rp 4000 ribu, menjadi Rp. 150 ribu .

Zona B yang sebelumny Rp. 250 ribu menjadia Rp. 100 ribu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved