Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wajo

Pandemi Covid-19, Pemkab Wajo Siapkan 70 Paskibra Jelang HUT ke 76 RI

Pemerintah Kabupaten Wajo, tetap mempersiapkan pasukan pengibar bendera (paskibra).

Tayang:
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
Humas Pemkab Wajo
Pembukaan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon paskibra tingkat Kabupaten Wajo di Stadion Andi Ninnong, Jumat (23/7/2021) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo, tetap mempersiapkan pasukan pengibar bendera (paskibra).

Ada 70 calon paskibra yang terpilih dari 14 kecamatan terdiri dari 35 perempuan dan 35 laki-laki, persiapan upacara bendera HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Wajo, Dahniar menyebutkan, bahwa ke 70 orang yang dipersiapkan sebagai paskibra sudah diseleksi terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan pada pembukaan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon paskibra tingkat Kabupaten Wajo di Stadion Andi Ninnong, Jumat (23/7/2021).

"Calon paskibra dinilai dari beberapa kriteria, yaitu kesehatan, peraturan baris berbaris, parade, pantukhir, dan tes pembinaan ideologi Pancasila," katanya.

Pelaksanaan diklat paskibra Kabupaten Wajo akan dilaksanakan selama 26 hari terhitung 23 Juli sampai 18 Agustus 2021 mendatang.

Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Wajo mempersiapkan calon paskibraka sembari menunggu perkembangan penyebaran Covid-19.

"Tetap kita persiapkan (paskibra) sambil menunggu perkembangan dan petunjuk dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Apa pun petunjuk terakhir, maka itulah yang akan kita ikuti dan laksanakan," katanya.

Apalagi kasus penyebaran Covid-19 secara nasional meningkat drastis belakangan ini.

Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Wajo adalah satu dari tiga kabupaten yang masih dalam kategori zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran Covid-19.

"Kita bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dari Satgas Covid-19 Wajo serta kesadaran masyarakat sehingga dari 24 kabupaten/kota di wilayah Sulsel, hanya Wajo, Luwu, dan Bulukumba yang zona kuning," ujarnya.

Sedangkan Selayar dan Makassar itu zona merah, sementara kabupaten/kota lainnya zona oranye.

Amran Mahmud berharap agar Kabupaten Wajo bisa segera kembali ke zona hijau atau nol kasus.

Olehnya, dirinya pun meminta kepada peserta diklat untuk patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Saya minta kepada pembina, pelatih, dan pendamping agar betul-betul memperhatikan peserta. Pastikan agar dalam pelaksanaan diklat ini bisa menyenangkan karena hati yang senang akan meningkatkan imun," katanya.

Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo mencatat, ada 40 kasus aktif dari 899 total kasus Covid-19 di Bumi Lamaddukelleng.

Sebanyak 14 orang dirawat, 26 orang diisolasi mandiri, 837 orang dinyatakan sembuh, dan 22 orang telah meninggal dunia.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved