Breaking News:

Plasme Konvalesen

PMI: Plasma Konvalesen Baik untuk Pasien Bergejala Sedang

Pemberian PK pada pasien Covid-19 sebaiknya digunakan sebelum pasien bergejala sedang. Dalam kondisi ini, antibodi plasma tersebut akan lawan virus

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Pasien sembuh COVID-19 menjalani pengambilan sampel darah sebelum melakukan donor plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI jalan Kandea Makassar, Rabu (322021). Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menargetkan sebanyak 5.000 orang pasien sembuh COVID-19 mendonorkan plasma konvalesennya dalam satu bulan untuk menekan angka kematian akibat pandemi. tribun timurmuhammad abdiwan   

TRIBUN-TIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) menjelaskan bahwa pemberian plasma konvalesen (PK) kepada pasien memiliki waktu terbaik atau golden time.
Kepala Bidang UDD PMI Pusat Dokter Linda Lukitari Waseso menjelaskan, pemberian PK pada pasien Covid-19 sebaiknya digunakan sebelum pasien bergejala sedang.
Dalam kondisi ini, lanjutnya, antibodi dalam plasma tersebut akan membantu melawan virus.

“Kita berikan secara umum itu pada 14 hari pertama. Secara khusus, waktunya adalah di minggu pertama demam atau 72 jam pertama sejak sesak napas timbul. Ini adalah golden periode pemberian plasma," ujar Linda saat memberikan keterangan pers hari Rabu (21/7/2021).

Linda menegaskan PK masuk dalam buku saku Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menjadi bagian terapi alternatif atau penunjang.

Ia melanjutkan bahwa pemberian PK tidak bisa memperbaiki organ yang sudah rusak akibat virus Covid-19. Namun PK akan membantu menyerang virus Covid-19 pada pasien yang memperoleh donor.

Konvalesen sendiri memiliki arti sembuh atau pulih, sehingga plasma konvalesen Covid-19 berarti plasma yang sembuh karena Covid-19.

Oleh karena itu orang yang berhasil sembuh dari Covid-19 biasa disebut survival atau penyintas Covid-19. Dan di dalam plasma konvalesen penyintas covid-19 terdapat titer antibodi.

Berdasarkan buku pedoman BPOM atau protokol dari BPOM, dr Linda menyebut titer yang mencukupi untuk dilakukan donor yaitu 1 banding 160 (1:160).

“Tapi 1 banding 80 (1:80) pun masih bisa,” ujarnya.

Jika titer antibodi dari pendonor plasma tidak mencukupi, maka yang akan menang adalah virus Covid-19 yang ada pada tubuh penerima donor.

Oleh karena itu, katanya, alangkah baiknya pemberiannya pada minggu pertama demam atau 72 jam sejak pertama terjadi gangguan napas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved