Breaking News:

Nurdin Abdullah ditangkap KPK

Penasehat Hukum Agung Sucipto Minta Hakim Beri Putusan Seringan-ringannya

Agung Sucipto, terdakwa penyuap Gubernur Non aktif Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), akan menggelar sidang lanjutan hari ini

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Bambang Hartono (kiri) selaku Penasehat Hukum Agung Sucipto saat ditemui sebelum sidang penyampaian Pledoi di Pengadilan Negeri Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Agung Sucipto, terdakwa penyuap Gubernur Non aktif Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), akan menggelar sidang lanjutan, agenda penyampaian pledoi (pembelaan), Kamis (22/7/2021) pukul 09.00 Wita.

Salah satu Bambang Hartono selaku Penasehat Hukum Agung Sucipto mengatakan, meski menyepakati tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 2 tahun dengan denda Rp250 juta subsider 6 bulan.

Namun pihaknya tidak sependapat dengan Pasal 64 yang dikenakan oleh terdakwa, yaitu perbuatan berlanjut.

Sebab, kata Bambang, pemberian uang yang dilakukan oleh Agung Sucipto pada tahun 2019 dan 2021 merupakan satu kesatuan.

"Kalau menurut saya kejadiannya itu satu kesatuan, karena itu orangnya sama dan pemberi dan penerimanya juga sama, dan itu dilakukan tahun 2019 dan 2021," ujar Bambang saat ditemui, Kamis (22/7/2021).

Harusnya, kata Bambang Agung Sucipto cukup dikenakan pasal 5 saja dalam UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Harusnya pasal 5 saja, karena memang kita akui, dan sepakat dengan Jaksa, jika Pak Agung itu melanggar pasal 5 UU Tipikor, tapi 64 tidak," jelasnya.

"Karena menurut saya itu satu kesatuan, dan kurun waktunya itu belum kadaluarsa, kecuali sudah kadaluarsa," sambungnya.

Menurutnya, adanya sangkaan perbuatan berlanjut tersebut, bisa mempengaruhi pertimbangan hakim dalam memberikan suatu putusan

"Jadi saya bilang, ini perbuatan merupakan satu kesatuan, antara tindak pidana 2021 tanggal 26 februari dengan 2019 itu satu kesatuan," terangnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved