Breaking News:

Tribun Wajo

Cegah Stunting dan Pernikahan Anak di Bawah Umur, Pemkab Wajo Massifkan Sosialisasi

Pencegahan stunting dan pernikahan anak di bawah umur sejatinya bisa dicegah oleh semua pihak.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Hasriyani Latif
Humas Pemkab Wajo
Bupati Wajo, Amran Mahmud saat memberikan arahan pada sosialisasi pencegahan stunting dan perkawinan anak yang digelar di Aula Kantor Dinas Sosial P2KBP3A Wajo, Kamis (22/7/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Stunting dan pernikahan anak masih menjadi persoalan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Pemerintah Kabupaten Wajo pun berusaha hadir dalam menangani persoalan itu.

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi pencegahan stunting dan perkawinan anak yang digelar di Aula Kantor Dinas Sosial P2KBP3A Wajo, Kamis (22/7/2021).

Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan stunting adalah masalah kurang gizi yang dialami anak dalam waktu cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan, seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

"Kondisi anak yang, maaf, pendek sering kali dikatakan sebagai faktor keturunan atau genetik dari kedua orang tuanya sehingga masyarakat banyak yang menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Ini harus kita edukasi dan sosialisasikan agar tidak terjadi di masyarakat kita," katanya.

Padahal, genetika merupakan faktor determinan kesehatan paling kecil pengaruhnya apabila dibandingkan perilaku, lingkungan, baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, politik, hingga pelayanan kesehatan. 

"Dengan kata lain stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah," kata wakil bupati Wajo periode 2009-2014 itu.

Amran Mahmud juga mengingatkan kepada seluruh orang tua tentang kewajiban dan tanggung jawab mereka berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pada pasal 26 ayat 1, orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak; menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya; mencegah terjadinya perkawinan usia anak; memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.

"Jadi hal ini sudah sejalan dengan program kita untuk pencegahan stunting dan perkawinan anak," tambahnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved