Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Berurai Air Mata, Agung Sucipto Sampaikan Permintaan Maaf ke Anak-anaknya

Agung Sucipto terdakwa penyuap Gubernur Sulsel non-aktif, Nurdin Abdullah (NA) menjalani sidang penyampaian pembelaan (Pledoi)

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
gung Sucipto (layar) terdakwa penyuap Gubernur Sulsel non-aktif, Nurdin Abdullah (NA) saat menjalani sidang penyampaian pembelaan (Pledoi) secara daring, terpusat di ruang Sidang Utama sidang penyampaian pembelaan (Pledoi) di ruang Sidang Utama, Prof Harifin A. Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (22/7/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Agung Sucipto terdakwa penyuap Gubernur Sulsel non-aktif, Nurdin Abdullah (NA) menjalani sidang penyampaian pembelaan (Pledoi) di ruang Sidang Utama sidang penyampaian pembelaan (Pledoi) di ruang Sidang Utama, Prof Harifin A. Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (22/7/2021). 

Sidang dipimpin oleh Hakin Ketua Ibrahim Palino, didampingi dua Hakim Anggota, yaitu M. Yusuf Karim, dan Arif Agus Nindito.

Dalam pledoinya Agung Sucipto menyampaikan agar kasusnya ini bisa menjadi pembelajaran bagi kontraktor lainnya, agar tidak melakukan perbuatan yang sama.

"Saya akul ini mungkin terdengar munafik ketika pesan ini disampaikan oleh saya. Tapi tolong jadikan masalah saya ini sebagai pembelajaran agar sistem yang berjalan ini bisa berubah di kemudian hari," ujar Agung.

"Saya yakin ketika teman-teman kontraktor sepakat dan bisa bersikap secara bulat, maka sistem itu akan berubah dengan sendirinya," lanjutnya 

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bulukumba, karena membuat mereka kecewa atas apa yang dilakukannya.

Agung juga menyampaikan permintaan maafnya kepada istri, anak-anak, hingga cucu-cucunya.

"Untuk keluarga saya, mohon maafkan saya. Maafkan saya tidak bisa menjadi suami yang baik bagi istri saya. Saya berharap Semoga masalah ini bisa kita lalui bersama," kata Agung dengan suara bergetar.

"Mungkin ini menjadi hukuman Tuhan kepada saya terhadap beberapa kesalahan yang saya lakukan yang telah melukai hati istri saya. Sekali lagi maafkan saya," sambungnya.

Saat meminta maaf kepada anak-anaknya, Agung tak lagi kuasa membendung air matanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved