Breaking News:

Tribun Makassar

1 Korban Tawuran di Kandea 3 Makassar Dirawat di Rumah Sakit

Mono (25) pemuda Kelurahan Bungaejaya Beru menjadi korban perang kelompok di Jl Kandea 3, Makassar

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Suryana Anas
DOK TRIBUN-TIMUR.COM/ANSAR
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Polres Maros Batal Periksa Saksi Robohnya Hanggar Bandara Hasanuddin, https://makassar.tribunnews.com/2015/03/11/polres-maros-batal-periksa-saksi-robohnya-hanggar-bandara-hasanuddin. Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mono (25) pemuda Kelurahan Bungaejaya Beru, Kecamatan Tallo, Makassar, harus terbaring di rumah sakit.

Ia menjadi korban perang kelompok, yang berlangsung, Rabu kemarin.

Mata kanannya mengalami luka serius akibat terkena anak panah atau busur.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando yang dikonfirmasi, Kamis (22/7/2021) siang, membenarkan adanya kejadian itu.

Menurut Lando, perang kelompok itu berlangsung di Jl Kandea 3.

Melibatkan kelompok pemuda Kelurahan Bungaejaya Beru, Kecamatan Tallo dan Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala.

"Pukul 16.53 Wita, kelompok pemuda dari Baraya tiba-tiba menembakkan petasan ke arah Kelurahan Bungaeja Beru," kata AKP Lando.

"Sehingga warga keluar untuk melakukan perlawanan dan terjadi saling serang dengan menggunakan petasan, batu, busur, dan bom molotov," sambungnya.

15 menit berselang, aparat kepolisian dari Polsek Bontoala dan Polsek Tallo tiba di lokasi.

"Tiba di lokasi kejadian dan  langsung menembakkan gas air mata dan berhasil membubarkan perang kelompok tersebut," ujar Lando.

Usai membubarkan kedua kelompok pemuda, jajaran Polsek Bontoala dan Polsek Tallo masing-masing berjaga di sekitar lokasi.

Motif perang kelompok itu, kata Lando, diduga dendam lama antar kedua kelompok pemuda tersebut.

"Motif perang kelompok disebabkan dendam lama. Kejadian tersebut ditangani Polsek Bontoala," bebernya.

Lando pun mengimbau agar masing-masing kelompok pemuda menahan diri.

Pihaknya tidak ingin adanya korban berikutnya akibat tawuran atau perang kelompok. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved