Breaking News:

Tribun Makassar

VIDEO: Penjelasan Danny Pomanto Terkait Pembatasan Salat Iduladha di Makassar

Pelarangan Salat Iduladha di Makassar, tidak bertentangan dengan SE Plt Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menjelaskan jika Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) dan SE Plt Gubernur Sulsel, sama-sama tak membolehkan pelaksanaan Salat Iduladha di Makassar, baik di lapangan maupun masjid.

Sehingga menurut Danny, pelarangan Salat Iduladha di Makassar, tidak bertentangan dengan SE Plt Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman.

"Ada tiga Surat edaran yang beredar, satu itu untuk PPKM Darurat, dua itu melarang kita mengadakan salat Idul Adha, atau dianjurkan salat di rumah," ujar Danny saat ditemui tribun-timur.com, Minggu (18/7/2021).

Alasannya kata Danny, Makassar saat ini sudah masuk Zona Merah.

Sebagaimana tertuang dalam SE Menag, jika wilayah dengan zona orange dan merah hanya dibolehkan salat di rumah.

"Kedua Surat Edaran gubernur, ada pihak yang mau benturkan ini barang, padahal jelas sekali gubernur mengatakan, bahwa bisa melaksanakan di masjid, bagi zona yang diizinkan, dan zona yang diizinkan itu kuning dan hijau, jangan diputus-putus ini barang," jelas Danny.

Pihaknya pun telah melakukan pertemuan via zoom dengan Ormas Islam dan seluruh ulama di kota Makassar.

Dalam pertemuan itu disimpulkan, jika kewajiban harus didahulukan, dibanding sunnah.

"Dan saat ini yang wajib itu keselamatan rakyat. Kami menerangkan posisi makassar, kemarin mencapai 340 kasus, dan hari ini hampir 400," jelasnya.

"Artinya eskalasi naik, perbandingan waktu kita bikin idul fitri hanya 12, dan lu belum merah, sekarang sudah merah sekali semua," sambungnya.

Sehingga disimpulkan, jika pihaknya bakal mengikuti SE Menteri Agama.

Seperti apa lengkapnya?

Simak videonya:(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved