Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Presiden Soekarno

Sosok Irma Mamahit, Pramugari Cantik yang Berani Tolak Cinta Presiden Soekarno

Presiden Soekarno tidak hanya menjadi pemimpin Indonesia. Kharismanya membuat banyak wanita terpesona. 

Tayang:
Editor: Muh. Irham
Istimewa
Presiden ke-1 Republik Indonesia, Soekarno 

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden Soekarno tidak hanya menjadi pemimpin Indonesia. Kharismanya membuat banyak wanita terpesona. 

Tak heran, banyak wanita yang akhirnya bersedia dinikahi oleh Soekarno. 

Tapi ternyata ada wanita yang menolak cinta dari orang nomor satu RI tersebut.

Irma Mamahit, pramugari yang tolak cinta Soekarno
Irma Mamahit, pramugari yang tolak cinta Soekarno (Istimewa)

Tak banyak yang tahu, ternyata Sang Proklamator, Ir Soekarno pernah ditolak cintanya oleh seorang pramugari cantik.

Bukan rahasia kalau Soekarno memang dekat banyak wanita semasa hidupnya.

Bahkan istri-istri Soekarno pun dikenal sebagai wanita tercantik di zamannya.

Namun siapa sangka, di saat banyak wanita kepincut pesona Soekarno, seorang pramugari malah berani menolak cinta Sang Proklamator.

Romantika cinta mendiang Soekarno dengan 9 istrinya, termasuk Fatmawati, Hartini, Inggit Garnasih dan Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno.
Romantika cinta mendiang Soekarno dengan 9 istrinya, termasuk Fatmawati, Hartini, Inggit Garnasih dan Ratna Sari Dewi atau Dewi Soekarno. (Kolase TribunNewsmaker.com / dokumentasi / Arsip Negara)

Namun sayangnya, setelah menolak cinta Soekarno, pramugari ini bak jilat ludahnya sendiri lantaran nasibnya berakhir menikahi duda tua.

Sosok pramugari cantik tersebut tak lain adalah Irma Ottenhoff Mamahit.

Nama Irma Ottenhoff Mamahit atau yang akrab disapa Irma Mamahit memang masih asing di telinga masyarakat Indonesia.

Namun sosok Irma Mamahit sempat menjadi perbincangan hangat di Istana Negara awal tahun 1960-an.

Kartini Manopo, pramugari yang akhirnya dinikai Soekarno
Kartini Manopo, pramugari yang akhirnya dinikai Soekarno (Istimewa)

Semuanya berawal ketika Irma diterima sebagai pramugari pesawat kepresidenan pertama Indonesia, Dolok Martimbang tahun 1960.

Perjuangan Irma untuk menjadi pramugari di pesawat VVIP Skadron 17 AURI sangat tidak mudah.

Ia harus melewati berbagai serangkaian seleksi ketat.

Karena jika diterima disana maka tugasnya ialah melayani Presiden Soekarno dan petinggi negara lainnya saat terbang mengudara.

Suatu hari setelah Irma bekerja sebagai pramugari di Skadron 17 tersebut, ia menghadap Bung Karno.

Rupanya Bung Karno kesengsem melihat penampilan Irma memakai kebaya.

Ia melontarkan pujian kepada Irma yang terlihat cantik memakai kebaya tersebut.

"Saya senang keindahan. Wanita harus selalu rapi, karena inilah yang mencuatkan kepribadian," ujar Bung Karno.

'Witing Tresno Jalaran Soko Kulino' saking sering bertemu saat mengudara dengan Irma sebagai pramugarinya, Soekarno jatuh hati kepadanya.

Bahkan beliau mengganti nama tengah Irma 'Ottenhoff' yang dinilainya kebarat-baratan ala Jerman menjadi Hidayana.

Hidayana sendiri berarti 'Hidayah Tuhan.'

Namun Irma menolak perasaan Soekarno kepadanya.

Ia beralasan tak menaruh perasaan lebih kepada Proklamator itu lantaran usia si Bung sebaya dengan ayahnya, tak menarik bagi hati Irma.

Terlebih Irma menganggap jika mencintai Soekarno maka ia akan menyakiti hati istri-istrinya yang lain.

Bung Karno menghargai sikap dan pendirian Irma tersebut.

Tak lama setelah itu Irma seperti menjilat ludah sendiri.

Ia jatuh hati kepada seorang duda yang umurnya terpaut jauh darinya dan menikah dengannya.

Usut punya usut suami Irma itu adalah lawan politik Soekarno.

Namun Irma enggan menyebutkan identitas suaminya itu ke publik.

Mengetahui ini Soekarno marah.

Irma diperintahkan menghadap kepadanya ke Istana Negara.

"Irma, kau tolak cintaku, karena umurku. Kenapa kau kawin dengan dia yang seumur aku pula?" kata Bung Karno.

Entah jawaban apa yang dilontarkan Irma menimpali pertanyaaan Soekarno tersebut.

Selain Irma rupanya Soekarno pernah jatuh hati juga kepada salah seorang pramugari Garuda Indonesia yang kemudian ia angkat untuk bertugas di Skadron VVIP 17 AURI.

Nama pramugari itu adalah Kartini Manoppo yang kemudian dinikahi oleh Bung Karno.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved