Tribun Wajo
Sepanjang 2021, Sudah 3 Orang Meninggal Akibat DBD di Kabupaten Wajo
Tiga warga Wajo meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) selama 2021.
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tiga warga Wajo meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) selama 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, drg Armin mengatakan, selama enam bulan total keseluruhan kasus DBD di Kabupaten Wajo mencapai 65.
"Kasus kematian DBD dari Januari sampai Juni ini ada 3 dari 65 kasus," katanya, Rabu (21/7/2021).
Menurutnya, angka kematian itu cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2020 lalu, dari 124 kasus, tak ada ditemukan kasus kematian akibat DBD.
Peningkatan kasus DBD di Kabupaten Wajo selama Januari sampai Juni 2021 ini meningkat dua bulan terakhir.
Terlebih lagi, musim hujan masih berlangsung di Kabupaten Wajo.
Selain upaya dasar yang telah dilakukan Dinkes bersama Puskesmas, perlu ada inovasi baru untuk menekan angka DBD.
"Insya Allah, saya sedang membuat aksi perubahan dengan menggagas inovasi yang disebut Gerakan Wajo Cari Jentik atau disingkat Go Cantik," katanya.
Inovasi Go Cantik itu menjadi andalan drg Armin sebagai aksi perubahan yang dilakukan salah satu peserta Pelatihan Kepemimpinan tingkat II LAN RI itu.
Sebelumnya Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Andi Sumange Alam menyebutkan, berbagai upaya dilakukan Puskesmas untuk mencegah penyebaran DBD.
"Semua Puskesmas sudah dikerahkan dengan lebih banyak mengajak partisipasi masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya.
Selain itu, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pemberian abatesasi, pemberian biolarvasida, dan fogging focus sesuai dengan kasus positif yang dilakukan.
"Kampanye 3M, dan sosialisasi 1 rumah 1 jumantik," katanya.
Jumantik merupakan juru pemantau jentik yang ditunjuk disetiap rumah.
Ini merupakan program Kemenkes RI dalam memberantas DBD.