Persib Bandung
Mario Jardel, Pemain Persib yang Dikira Orang Brasil Ternyata Orang Bogor
Salah seorang pemain Persib Bandung sering membuat orang lain terkecoh. Pasalnya, namanya sekilas miri nama orang Amerika Latin.
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah seorang pemain Persib Bandung sering membuat orang lain terkecoh. Pasalnya, namanya sekilas miri nama orang Amerika Latin.
Nama Mario Jardel dikenal sebagai pemain Timnas Brasil yang kini menjadi legenda. Ia pernah memperkuat klub Porto karena ketajamannya sebagai striker.
Hal ini yang menginspirasi orang tua di Bogor memberi nama putranya Mario Jardel.
Pemain kelahiran Bogor, 7 November 2000 ini berposisi sebagai bek kanan.
Jardel sebenarnya memulai karier sebagai pesepak bola sebagai seorang striker.
Sama seperti kebanyakan anak-anak saat bermain sepak bola, Jardel ingin selalu mencetak gol.
Namanya yang mirip dengan legenda Brasil, Mario Jardel Almeida Ribeiro pun menjadi salah satu alasan untuk bermain di posisi striker.
Posisi ini pernah diperankan Jardel ketika masih menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB).
Namun kemampuan terbaiknya justru datang ketika dia ditempatkan sebagai pemain bertahan.
Selain bek kanan, Jardel pun pernah dicoba untuk bermain pada posisi bek tengah.
"Waktu SMP pertamanya, sih. Jadi dulu coba-coba jadi pemain belakang, terus kata pelatih waktu itu kamu cocok main di bek. Sebelumnya menjadi bek tengah. Karena postur badannya kurang ideal posisi itu, jadi lebih memilih jadi bek kanan," ujar Mario Jardel, dikutip dari laman resmi klub.
Posisi sebagai bek kanan membuat permainan Jardel semakin meningkat.
Hingga akhirnya, dia bergabung dengan Diklat Persib pada tahun 2018.
Namun, sebelum bergabung dengan Diklat Persib di 2018, ada satu momen yang hingga kini tak bisa dilupakan oleh pengaggum mantan bek Barcelona dan Timnas Brasil, Dani Alves itu.
Saat itu, orang tua Jardel tak memiliki uang untuk memberangkatkannya dari Bogor ke Bandung.
Demi mendukung cita-cita anaknya untuk menjadi pemain profesional, ayah Jardel sampai meminjam uang.
Hal ini dikatakan Jardel menjadi motivasi tersendiri untuk bisa sukses sebagai pesepak bola.
"Saat keterima dan akan bergabung dengan Diklat Persib juga tidak ada ongkos untuk ke Bandung. Bapak terpaksa banting tulang kerja, dan juga pinjam uang supaya saya tetap bisa berangkat ke Bandung. Saya percaya, jika kita sungguh-sungguh, kerja keras, pasti akan ada jalan," katanya.
Sesudah tiba di Bandung dan bergabung dengan Diklat Persib, hidup Jardel tidak berjalan mudah. Dia harus bersaing dengan pemain lainnya agar mendapat tempat serta hidup mandiri di Bandung seorang diri.
Pada satu waktu, Jardel bercerita pernah kehabisan bensin motor di tengah jalan. Padahal ketika itu, dia harus berangkat ke tempat latihan tim dari mess pemain.
“Itu tahun 2018. Saya berangkat dari mes Diklat menuju Sidolig (Stadion Persib). Karena dulu uang sangat terbatas dan harus irit, saya lupa mengisi bensin motor. Di tengah perjalanan, bensinnya habis. Saya terpaksa ngedorong dan mencari kios bensin terdekat,” ucapnya seperti dikutip dari Tribun Jabar.id
Segala kesulitan itu membuat Jardel menjadi pribadi yang lebih kuat. Mental pantang menyerah nya yang membuat pemain berpostur 1,65 meter ini menjadi kunci bagi Persib U-19 selama bertahun-tahun.
Di tahun pertamanya saat membela Persib U-19, Jardel langsung sukses membawa gelar juara ISL U-19 2018 ke Kota Kembang.
Namanya pun mulai disebut-sebut sebagai suksesor Supardi Nasir di posisi bek kanan Persib.
Debut pertama pemilik nomor punggung 66 itu terjadi pada saat Persib berlaga di Piala Indonesia tahun 2018 menghadapi PSCS Cilacap. Pada pertandingan babak 64 besar itu, Jardel masuk di babak kedua.
“Yang jelas saya bangga dan senang. Itu adalah momen yang berharga buat perjalanan karier saya,” ucapnya.
Sesudah membawa juara Persib U-19 dan melakoni debut di tim senior, dia bersama Beckham dan beberapa pemain muda lainnya mendapat kesempatan untuk berlatih di tim senior. Hingga pada akhirnya, Jardel resmi naik kelas ke tim senior pertengahan musim 2019.
“Perasaannya pasti sangat senang dan bangga karena akhirnya saya bisa bergabung bersama Persib sebagai pemain senior. Ini cita-cita saya sejak kecil,” katanya.
Di musim pertamanya berseragam tim senior Persib, Jardel tak semenit pun mendapat kesempatan bermain. Dia lebih banyak menyaksikan pertandingan melalui tribun stadion.
Kendati demikian, usaha Jardel untuk mendapat menit bermain tidak berhenti sampai di situ. Dia tetap bekerja keras sampai pelatih Robert Alberts memberikan kesempatan untuk tampil.
Di Liga 1 2020, Jardel tetap dipertahankan oleh Robert di tim utama. Dia di masih akan bersaing dengan Supardi Nasir dan Henhen Herdiana untuk memperebutkan posisi bek kanan.
Hanya saja, Liga 1 2020 harus dihentikan di pekan ketiga karena pandemi Covid-19. Sehingga peluang Jardel untuk tampil di Liga 1 harus tertunda.
Memasuki Liga 1 2021, nama Jardel tetap tercantum di tim utama Persib. Namun kini, dia harus bersaing dengan pemain muda lainnya, Bayu M Fiqri. Sehingga kesempatan bermain bagi Jardel semakin kecil karena harus bersaing dengan tiga pemain sekaligus.
Oleh karena itu, Jardel sempat diubah posisinya oleh Robert. Selain reguler bermain di bek kanan, Jardel kerap kali di tempatkan sebagai bek kiri dan bek tengah. Bahkan pada beberapa uji coba, Jardel sempat bermain di sayap kanan.
Kondisi ini tak membuat Jardel mengeluh. Justru dia semakin bersemangat untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan pelatih.
"Karena persaingan lini belakang juga sengit saat ini, saya mencoba memecut diri sendiri dengan fokus pada persiapan bersama tim dan bekerja lebih keras pastinya supaya bisa meraih menit bermain," ucapnya.
Kerja keras Jardel untuk mendapat kesempatan bermain di kompetisi nanti sedikit demi sedikit mulai terbuka. Jardel bahkan mampu mencetak gol pada saat Persib beruji coba dengan PSKC Cimahi di Stadion GBLA, Selasa (15/6/2021).
Jardel mencetak satu-satunya gol sehingga Persib mampu menaklukan perlawan PSKC. Dia pun mendapat pujian dari Robert berkat kerja kerasnya di Persib.
"Kami juga memainkan Jardel dan Kakang yang mana dia adalah pemain yang sangat muda (Kakang). Bagus, karena mereka terus berlatih dan bermain, tetap menjaga di level yang kami harapkan. Jika liga membutuhkan mereka untuk bergabung dan saya lihat itu sangat positif," ujar Robert sesudah uji coba menghadapi PSKC.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mario-jardel.jpg)