Breaking News:

Tribun Wajo

Gerakan Tanam Sejuta Pohon, Pemkab Wajo Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan bibit sebanyak 150.000 pohon berupa ketapang kencana, cempedak, durian, langsat, dan nangka.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Kodim 1406/Wajo menanam sejuta pohon di Desa Mattirowalie, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, MANIANGPAJO - Menyikapi isu pemanasan global dan perubahan iklim, Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Kodim 1406/Wajo menanam sejuta pohon, Rabu (21/7/2021).

Penanaman sejuta pohon itu dimulai dari Desa Mattirowalie, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Wajo, ada 1.860 bibit pohon yang ditanam di Desa Mattirowalie.

Pengadaan bibit pohon itu merupakan kerjasama Pemkab Wajo dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II Makassar.

Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan bibit sebanyak 150.000 pohon berupa ketapang kencana, cempedak, durian, langsat, dan nangka.

"Ada sepuluh ribu bibit pohon yang akan diberikan ke tiap desa yang menggalakkan program pertanian terpadu," kata Kepala Bidang Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHD Wajo, Muhammad Rafi Aryawardhana.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, menyebutkan bahwa Pemkab Wajo punya cita-cita mewujudkan kawasan pertanian terpadu.

Demi tercapainya tujuan tersebut, Amran Mahmud mengajak dan menyerukan masyarakat menjaga keseimbangan alam dengan menggalakkan penanaman pohon untuk menghijaukan kembali lahan kritis.

"Memulihkan kembali lahan yang kritis ini dibutuhkan gerakan bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi berbagai elemen masyarakat," katanya.

Amran Mahmud menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk sadar lingkungan dengan menjaga keseimbangan alam. 

Menurutnya, saat ini sudah banyak lahan yang sudah rusak sehingga tidak lagi mampu menjadi penahan air jika hujan.

Imbasnya sering kali terjadi banjir dan erosi serta kerusakan lingkungan lainnya.

"Akan butuh waktu lama memulihkan lahan kritis, tetapi kita yakin dengan langkah yang dimulai dari sekarang apa yang kita harapkan bisa terwujud jika dilakukan dengan gerakan bersama," katanya.

Salah satu upaya di Kabupaten Wajo dalam menjaga keseimbangan alam adalah pengembangan kawasan pertanian terpadu.

"Melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu ada mimpi besar yang terkandung di dalamnya, di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, menghadirkan kawasan agrowisata dengan keseimbangan alam yang terjaga, serta menghadirkan sumber pangan yang sehat," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved