Breaking News:

Makna Hari Raya Kurban Bagi Prof Husain Syam: Ikhlas Harus Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Nabi Ibrahim diuji antara ketaatannya kepada penciptanya, dan kecintaannya terhadap anaknya.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
UNM
Rektor UNM Prof Husain Syam mengikuti salat subuh berjamaah bersama komunitas Subuh Keliling binaan Ustaz Das’ad Latif 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Raya Kurban menjadi momentum untuk mengingat kisah inspiratif dari nabi Ibrahim dan anaknya, Ismail.

Rektor Universitas Negeri Makassar, Husain Syam, mengatakan, hari Raya Kurban ini ditetapkan karena ada kisah dimasa lalu dimana nabi Ibrahim mendapat petunjuk dari Allah melalui mimpinya.

Kala itu, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya, Ismail.

Nabi Ibrahim diuji antara ketaatannya kepada penciptanya, dan kecintaannya terhadap anaknya.

Nabi Ibrahim kemudian berani mengambil tindakan untuk mengikuti perintah Allah SWT.

Namun, Allah memberi mukjizat dengan mendatangkan hewan kurban pengganti Ismail meski sebelumnya, Ibrahim telah menodongkan pisau tajamnya ke leher Ismail.

Itulah buah dari kesabaran, ketaatan dan keikhlasan kata Husain.

"Ini patut kita contoh, taat dan ikhlas harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Husain kepada tribun-timur.com,  Selasa (20/7/2021) sore.

Disamping itu, umat muslim juga diajarkan untuk menjadi manusia bertanggungjawab.

Ada banyak keutamaan hari raya kurban kata eks Dekan Fakultas Teknik ini, yang paling utama adalah meningkatkan ketakwaan kepada Yang Maha Esa (YME).

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved