Breaking News:

Kurban

Sapi Kurban JK di Al Markaz Al Islami Seberat 1,1 Ton, Dagingnya Akan Diantar ke Rumah Warga

pengurus Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf akan menyembelih hewan kurban dengan protocol Kesehatan ketat. Dagingnya diantar ke rumah warga

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Utusan Jusuf Kalla, Imran, menyerahkan hewan kurban Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI M Jusuf Kalla ke pengurus Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf yang diterima Ustad Muh Mawardy Ramli mewakili pengurus di halaman Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf, Jl Mesjid Raya, Makassar, Senin (19/7/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sapi kurban dari Wakil Presiden Ke-10 dan 12 RI, M Jusuf Kalla, sudah tiba di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf.

Sapi kurban hitam kelam itu diserahkan utusan Jusuf Kalla ke Badan Pengurus Harian (BPH) Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf, Senin (19/7/2021) siang.

Sabi tersebut diterima oleh Ustad Muh Mawardy Ramli mewakili Pengurus Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf.

Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengonfirmasikan, sapi kurban Jusuf Kalla tersebut seberat 1,1 ton.

Sapi kurban dari Jusuf Kalla yang akan disembelih di halaman Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf. Sapi ini seberat 1,1 ton.
Sapi kurban dari Jusuf Kalla yang akan disembelih di halaman Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf. Sapi ini seberat 1,1 ton. (dok.tribun)

Menurut Ustad Mawardi, pengurus Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf akan melakukan penyembelihan hewan kurban tahun ini dengan protocol Kesehatan ketat.

“Pemotongan hewan dilakukan secara terbatas. Panitia penyembelihan hanya 15 orang yang dilibatkan. Harus dengan protokol kesehatan. Panitia memakai masker, tetap berjarak dan selalu menyediakan tempat cuci tangan,” jelas Ustad Mawardi.

Selain itu, panitia kurban Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf tidak melayani masyarakat secara langsung.

Pembagian daging kurban akan diantar ke rumah warga atau orang-orang yang berhak menerima daging kurban.

"Kita ada hewan kurban 20 sapi, 2 kambing dan tetap dilaksanakan di area pekarangan masjid. Distribusi daging diantar ke jemaah, tidak dilayani kalau ada datang ke lokasi," kata Ustad Mawardi.

Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf KH Muammar Bakry, Minggu (18/7/2021) siang, mengumumkan keputuan pengurus yang tidak menggelar Salat Iduladha.

“Keputusan rapat diambil merujuk edaran Menteri Agama, Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, dan fatwa majelis ulama untuk meniadakan Salat Iduladha,” ujar KH Muammar Bakry.

Keputusan meniadakan Salat Iduladha 1442 H di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf juga didasari pada pertimbangan kemanusiaan.

Apalagi, kapasitas Masjid Al Markaz Al Islami bisa menampung 10 ribu hingga 20 ribu jamaah.

Memastikan puluhan ribu orang steril dan bebas Covid-19 dalam waktu singkat tidak memungkinkan dilakukan pengurus.

“Maka berdasarkan kaedah ushul fikih ‘Almuhafadzatu 'alannafsi 'ala darajati al-daruri muqaddamun 'ala muhafadzatiddini 'ala darajat al-tahsini’. Artinya menjaga jiwa dalam kondisi darurat lebih didahulukan daripada melaksanakan agama dalam konteks ibadah sunnah, seperti Iduladha, maka kita putuskan meniadakan Salat Iduladha di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf tahun ini," jelas KH Muammar Bakry.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved