Satpol PP Pukul Ibu Hamil

'Saya Sappol' Sampai di Telinga Presiden Jokowi: Minta ke Polri juga Mendagri Jangan Keras & Kasar!

"Pedagang, PKL, toko, saya minta kepada Polri, dan juga Mendagri agar jangan keras dan kasar," tegasnya.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama via Kompas.com
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan lockdown tidak boleh dilakukan pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus kekerasan yang terjadi di Panciro, Kabupaten Gowa, Sulsel rupanya menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Jokowi turut mengkritik aksi kekerasan yang sempat viral dengan sebutan kasus 'Saya Sappol' tersebut.

Jokowi menyayangkan tindakan kekerasan ini, apalagi korbannya adalah perempuan.

Keritik Jokowi ia sampaikan saat memberi pengantar dalam Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (17/7/2021).

"Saya kira peristiwa yang ada di Sulsel, misalnya Satpol PP memukul pemilik warung apalagi ibu-ibu, ini untuk rakyat jadi memanaskan suasana," kata Joko Widodo lewat pengantarnya yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengingatkan, agar berhati-hati dalam menurunkan mobilisasi masyarakat.

Khususnya soal penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat.

"Pedagang, PKL, toko, saya minta kepada Polri, dan juga Mendagri agar jangan keras dan kasar," tegasnya.

Aparat harusnya bersikap tegas dan santun.

"Sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan. Sambil bagi beras, itu bisa sampai pesannya," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum Satpol PP di Gowa melakukan aksi penganiayaan ketika melakukan razia PPKM Darurat.

Pelakunya adalah Mardani, yang tak lain merupakan Sekretaris Satpol PP Gowa. 

Korbannya adalah pasangan suami istri bernama Nur Halim (26) dan Amriana (34).

Keduanya dianiaya saat berada di warung kopi milik mereka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved