Breaking News:

Gegara Kenalpot Racing, Dua Remaja di Bantaeng Diamuk, Satu Tewas Satu Patah Tulang

Kedua tersangka mengejar kedua korban ke jalan Lingkar Kampung Jagung tetapi saat itu kehilangan jejak.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Humas Pengadilan Negeri Bantaeng, Tri Winzas Satria Halim. 

"Orang tua korban menjadi saksi dipersidangan sangat marah namun sudah memaafkan kedua terdakwa akan tetapi memohon kepada majelis hakim untuk proses hukum tetap di jalankan," ujarnya.

Diketahui, Kapolres Bantaeng, Rachmat Sumekar, menjelaskan bahwa pada hari kejadian AK dan AA, sedang nongkrong bersama teman-temannya di pinggir jalan dekat rumahnya di Kampung Mappilawing Kecamatan Bantaeng.

Tiba-tiba melintas Tasbir berboncengan dengan Ferdi menggunakan sepeda motor Yamaha F1Z R memancing keributan.

"Tersangka AK mengajak tersangka AA mengejar kedua korban dengan menggunakan satu unit sepeda motor Merk Yamaha Fino milik tersangka AA," Senin, (8/2/2021) lalu.

Kedua tersangka mengejar kedua korban ke jalan Lingkar Kampung Jagung tetapi saat itu kehilangan jejak.

Di jalan tersebut AA meminta berhenti karena ingin buang air kecil dan AK pergi membeli rokok di sebuah warung.

Saat buang air kecil AA tak sengaja menemukan sebilah parang tanpa sarung yang nantinya digunakan untuk menganiaya korban.

"Selanjutnya tersangka AK mengarahkan sepeda motor untuk kembali pulang ke kampung  Mappilawing. Saat itu melintas di depan mereka sepeda motor F1Z R masih berboncengan dengan orang yang sama," jelasnya.

Alhasil, kedua tersangka kembali mengejar kedua korban. Namun, saat berbelok ke jalan menuju Kampung Bissampole ternyata banyak teman  kedua korban.

Sontak kedua tersangka yang melintas dilempar menggunakan batu kemudian dikejar oleh lima sepeda motor termasuk kedua korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved