Breaking News:

Gegara Kenalpot Racing, Dua Remaja di Bantaeng Diamuk, Satu Tewas Satu Patah Tulang

Kedua tersangka mengejar kedua korban ke jalan Lingkar Kampung Jagung tetapi saat itu kehilangan jejak.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Saldy Irawan
tribun-timur
Humas Pengadilan Negeri Bantaeng, Tri Winzas Satria Halim. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Dua terdakwa kasus pembunuhan di Kabupaten Bantaeng mengungkapkan motifnya hingga nekat menghabisi nyawa korban. 

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kampung Kalimbaung, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Jumat, (26/2/2021) malam.

Dalam kasus tersebut ada dua korban, yakni, Tasbir (20) dan Ferdi (14) yang dianiaya oleh dua orang pelaku yang kini telah menjadi terdakwa yakni, AK (19) dan AA (19). 

Tasbir dianiaya sehingga tewas ditempat, sedangkan Ferdi, mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Kasus tersebut kini disidangkan di Pengadilan Negeri Bantaeng dan telah sampai pada tahap pembuktian, pada Rabu, (14/7/2021).

Humas Pengadilan Negeri Bantaeng, Tri Winzas Satria Halim, mengatakan bahwa kedua terdakwa mengaku membunuh Tasbir karena kesal dengan suara kenalpot bising saat mengendarai sepeda motor.

"Hal tersebut dikarena korban ugal-ugalan naik motor dan suara kenalpotnya sangat bising," kata Tri Winzas Satria Halim saat dihubungi TribunBantaeng.com, via pesan WhatsApp, Jumat, (16/7/2021), siang.

Dikatakan, dalam sidang tersebut jaksa menghadirkan lima saksi yakni, Syahrir (Ayah Tasbir), Ferdi (korban), Adrian dan Ali Imran (teman Tasbir) serta salah satu terdakwa.

Sang ayah, Syahrir yang hadir dalam sidang sangat marah atas penganiayaan yang mengakibatkan anaknya tewas.

Akan tetapi, kini Syahrir sudah memaafkan kedua terdakwa namun memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman sesuai hukum yang berlaku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved