Breaking News:

Tribun Wajo

Desa Raddae dan Desa Tosora Jadi Percontohan DP3 di Kabupaten Wajo

Berdasarkan data KPU Wajo pada Pemilu 2019 lalu, partisipasi pemilih di Kabupaten Wajo mencapai 78,59%.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI
Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wajo meneken nota kesepahaman terkait pembentukan desa peduli pemilu dan pemilihan (DP3), Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wajo meneken nota kesepahaman terkait pembentukan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3), Kamis (15/7/2021).

Pada kesempatan itu, ada dua desa yang dijadikan percontohan (DP3).

Yakni Desa Raddae di Kecamatan Penrang dan Desa Tosora di Kecamatan Majauleng.

Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wajo, Alamsyah, nota kesepahaman yang diteken itu juga dimaksudkan sebagai wahana peningkatan pendidikan politik masyarakat di desa.

"Kita melahirkan kader-kader masyarakat sebagai penyokong terhadap tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu yang akan datang," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Wajo, Haedar berharap dengan pembentukan DP3 diharapkan bisa meningkatkan partisipasi pemilih.

"Yang kita harapkan tentunya agar partisipasi pemilih kita meningkat, makanya kita mulai dari dua desa, semoga tahun depan bisa lebih banyak desa lagi," katanya.

Dari data pemaparan KPU Wajo, jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 lalu tercatat 81.59%.

Sementara, pada Pemilu 2019 lalu, partisipasi pemilih di Kabupaten Wajo mencapai 78,59%.

Bupati Wajo, Amran Mahmud berharap, partisipasi pemilih itu bisa meningkat lagi.

Merujuk pada Pilkades serentak pada 25 Mei 2021 lalu, partisipasi pemilih mencapai 86,6%.

"Kita berharap angka partisipasi pemilih pada 2024 nanti bisa sama dengan partisipasi pemilih waktu Pilkades serentak kemarin, atau bahkan bisa lebih," katanya.

Amran Mahmud menyebutkan, pembentukan DP3 itu merupakan kolaborasi Pemkab Wajo, KPU, dan Bawaslu untuk untuk menciptakan kader pemilih dan juga meningkatkan partisipasi pemilih.

"Wajo dikenal sebagai peletak dasar demokrasi. Kita ingin, bagaimana program ini berjalan dan seiring dengan kita memberikan pendidikan politik ke masyarakat di mulai dari desa," katanya.

Amran Mahmud berharap, sukses penyelenggaraan pemilihan umum ke depannya bisa diraih.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved