Breaking News:

Tanaman Porang

Pantas Banyak yang Tergila-gila Membudidayakan Porang, Ternyata Ini Alasannya

Hal ini tidak terlepas dari harganya di pasaran yang tergolong tinggi. Padahal, biaya perawatannya terbilang cukup murah.

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM
Penggas Sekolah Porang Sidrap Syaharuddin Alrif di kebun porang beberapa waktu lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Beberapa bulan terakhir, tanaman porang menjadi perbincangan banyak orang. Hal ini tidak terlepas dari harganya di pasaran yang tergolong tinggi. Padahal, biaya perawatannya terbilang cukup murah.

Lantas, kenapa harga porang mahal dan apa alasannya?

Menurut Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Edi Santosa S.P M.Si, petani saat ini memang sangat memanfaatkan momentum harga mahal dari penjualan tanaman porang ini.

"Ya ini karena penggunaannya sangat luas itu, jadi (harga porang) relatif mahal," kata Edi kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2021) lalu.

"Karena penggunaannya luas, barang itu (tanaman porang) banyak dicari orang," imbuhnya.

Menurut Edi, penggunaan dan potensi tanaman porang ini memang cukup besar baik dari aspek medis, sosial, hingga ekonomi.

Berikut beberapa sifat yang ada di umbi porang (Amorphhophallus muelleri) dan menjadi alasan kenapa harga tanaman porang sangat mahal dibandingkan jenis tanaman umbi-umbi lainnya.

1. Bagus untuk diet
Alasan pertama mengapa tanaman porang dijual dengan harga mahal adalah karena di dalam umbi porang, terkandung karbohidrat glukomanan.

Glukomanan adalah nutrisi yang termasuk karbohidrat rantai panjang. Artinya, saat dimakan karbohidrat tersebut tidak mudah dicerna dengan baik.

"Karena sifatnya (tanaman porang) tidak dicerna dengan baik, maka kalau kita itu ingin diet, itu berarti banyak-banyak makan Porang," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved