Breaking News:

PPKM Darurat

Kisah Sedih Penjual Kopi Pilih Di Penjara 3 Hari Tak Punya Duit Bayar Denda PPKM Darurat Rp 5 Juta

Awas Denda PPKM Darurat Rp 5 juta atau penjara 3 hari, penjual kopi ini pun pasrah saat kena razia petugas PPKM Darurat

Editor: Mansur AM
Sanovra/tribun-timur
Ilustrasi penjual kaki lima - Awas Denda PPKM Darurat Rp 5 juta atau penjara 3 hari, penjual kopi ini pun pasrah saat kena razia petugas PPKM Darurat 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tuntutan hidup bertambah seiring pemberlakuan PPKM Darurat.

Mengaku tak punya pilihan lain bertahan hidup, penjual kopi ini nekad berjualan melampaui batasan jam maksimal 20.00 WIB.

Ia pun kena razia dan disidang.

Di hadapan Majelis Hakim, penjual kopi memilih dibui 3 hari karena tak punya uang bayar denda Rp 5 juta. 

Seorang pemilik kedai kopi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bernama Asep Lutfi Suparman (23), warga Kecamatan Cihideung, divonis bersalah setelah terbukti melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa, (13/7/2021).

Kedai milik Asep terjaring razia petugas karena kedapatan melayani pembeli di tempat dan melebihi batas waktu yang ditentukan yakni pukul 20.00 WIB selama PPKM Darurat.

Setelah itu, ia hanya pasrah saat diminta petugas untuk menjalani sidang secara virtual khusus pelanggaran PPKM Darurat di Taman Kota Taskimalaya.

Dalam persidangan virtual yang digelar Pengadilan Negeri Tasikmalaya yang dipimpin hakim Abdul Gofur, Asep divonis hukuman denda Rp 5 juta subsider penjara 3 hari.

Setelah menerima putusan itu, Asep lebih memilih untuk dipenjara selama 3 hari daripada harus membayar denda Rp 5 juta.

Bukan tanpa alasan Asep memilih untuk memilih kurungan penjara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved