Breaking News:

Tribun Politik

Andi Iwan Aras Fokus Pileg-Pilpres Dulu, Baru Bicara Pilgub Sulsel 2024

Dorongan itu datang dari sejumlah kader Partai Gerindra ataupun relawan Rumah Juang AIA.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
Gerindra Sulsel
Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras dijamu makam malam oleh Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi di Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga tahun menuju Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2024, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras mulai roadshow ke kabupaten.

Dalam satu pekan terakhir, anggota DPR RI itu menemui dua kepala daerah. 

Andi Iwan Aras mesra dengan Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Bupati Bukukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.

Pertama Andi Iwan dijamu makan malam oleh Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi di Rujab Bupati Bone, Selasa (6/7/2021). 

Lima hari kemudian, Iwan Aras menemui Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf di Kabupaten Bulukumba, Minggu hingga Senin (12/7/2021). 

Ia dijamu makan malam oleh orang nomor satu Bulukumba itu. Andi Muchtar merupakan kepala daerah kader Gerindra.

Andi Iwan Darmawan Aras mengakui mendapat dorongan maju calon Gubernur Sulsel 2024.

Dorongan itu datang dari sejumlah kader Partai Gerindra ataupun relawan Rumah Juang AIA.

Anggota DPR RI itu mengatakan aspirasi itu jadi bahan pertimbangan baginya maju calon Gubernur Sulsel 2024.

"Itu semacam aspirasi dari teman-teman baik rumah juang AIA, ataupun kader partai Gerindra. Aspirasi itu kita pertimbangkan apakah kita ambil peran dalam Pilgub Selsel atau tidak," kata AIA kepada wartawan Rabu (14/7/2021).

Nama Andi Iwan Aras ikut disebut-sebut punya kans maju calon Gubernur Sulsel 2024 karena berstatus ketua partai politik level provinsi.

AIA juga punya jaringan pengusaha di 24 kabupaten kota.

Pilgub Sulsel 2024 berpeluang tanpa petahana karena Nurdin Abdullah terjerat kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski demikian, Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan hasil pileg 2019 tidak bisa menjadi kendaraan maju Pilgub Sulsel 2024 mendatang.

Hal itu berdasarkan desain Komisi II DPR RI bersama KPU RI, Mendagri, Bawaslu, hingga DKPP.

Desain KPU RI, pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden 2024 akan digelar lebih dulu, yaitu Februari 2024.

Sementara Pilgub dan pilkada kabupaten kota serentak digelar sembilan bulan kemudian pada November 2024.

Pilkada Serentak 2024 akan menggunakan tiket hasil pileg Februari.

Oleh karena itu AIA mengatakan peluangnya maju Pilgub Sulsel 2024 akan ditentukan oleh capaiannya Gerindra di Pileg 2024 mendatang.

AIA mengaku belum mau bicara lebih dini soal peluangnya maju Pilgub Sulsel 2024.

"Jadi variabel-variabel yang sangat menentukan itu ada di pileg, karena tiket pileg nanti jadi tiket pengusungan pasangan calon di pilkada serentak," katanya.

Saat ini, kata AIA, Partai Gerindra Sulsel sedang fokus membenahi dan memperkuat infrastruktur politik ke 24 kabupaten kota.

Ia terus memperkuat mesin partai dalam tiga tahun menuju pemilu 2024 mendatang.

Apalagi Gerindra menargetkan jadi menang, mengalahkan Partai Golkar dan Partai Nasdem.

Gerindra menargetkan 15 kursi, naik 4 kursi dibanding pemilu 2014 lalu.

"Saat ini Gerindra kita fokus pembenahan infrastruktur partai, dalam upaya hadapi pileg dan pilpres karena pelaksanaan lebih awal dilaksanakan sebelum pilkada serentak," ungkapnya.

Berebut 01 Sulsel

Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 masih lama. Namun sejumlah figur sudah digadang-gadang layak bersaing memperebutkan 01 Sulsel.

Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu, terus menyusun desain jadwal Pilkada Serentak termasuk Pilgub serentak digelar 27 November 2024.

Beberapa bulan sebelumnya digelar Pilpres dan Pemilu 2024 pada 21 Februari.

Di Sulsel, sejumlah kepala daerah di garis terdepan bersaing menuju 01 Sulsel.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ada di barisan terdepan mengingat posisinya yang strategis setelah Nurdin Abdullah jadi 'pasien' KPK.

Tapi jangan lupakan nama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Adnan berpeluang mewujudkan cita-cita almarhum Ichsan Yasin Limpo jadi gubernur Sulsel.

Nama lain yang patut diperhitungkan Danny Pomanto wali Kota Makassar.

DP sudah dapat karpet merah dari Nasdem partai bersinar di Sulsel saat ini.

Juga nama Indah Putri Indriani sebagai satu-satunya bupati perempuan di Sulsel.

Nama-nama kepala daerah dua periode pemenang Pilkada serentak 2020 disebut-sebut punya kans jadi bintang baru Pilgub Sulsel 2024.

Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe juga tak boleh dicoret.

Sebagai pemegang tongkat komando partai pemenang Pemilu di Sulsel, TP punya kans besar diusung Golkar.

Taufan Pawe juga berstatus sebagai kepala daerah dua periode.

Setelah TP, kader Golkar potensial yang lain adalah Fahsar A Padjalangi (Bupati Bone) dan Andi Kaswadi Razak (Soppeng).

Namun kans Baso Fahsar dan Fung Dulli kecil mengingat ada Taufan Pawe dari parpol berlambang beringin.

Ada pula Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras dan Ketua DPW Partai Nasdem Rusdi Masse Mappasessu.

Iwan Aras dan Rusdi Masse sebagai ketua partai punya jaringan politik hingga ke 24 kabupaten kota.

Andi Iwan Darmawan Aras menjadi salah satu tokoh politik Sulawesi Selatan jadi perbincangan saat ini.

Andi Iwan bukan orang baru. Ia sudah melanglang buana dalam bidang usaha di Makassar sejak masih terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar.

Ia pernah memegang jabatan sebagai Ketua Gapensi Makassar.

Kemudian, Andi Iwan pun menjadi anggota DPR RI dari dapil Sulsel II.

Saat ini menjabat sebagai ketua Kadin Sulsel.

Sering kali dapil Sulsel II disebut sebagai ‘dapil neraka’ setiap pemilu.

Kemudian, saat ini menjabat 5 jabatan publik, wakil ketua komisi V DPR RI, Wakil Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bendahara Fraksi Gerindra MPR RI, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Ketua Kadin Sulsel.  

Mengontrol 11 kursi parlemen, menempati posisi ketiga dalam pemilihan legislatif 2019.

Kursi Gerindra hanya kalah dari Partai Golkar, 13 kursi, serta Nasdem 12 kursi.

Ambang batas pengusungan pasangan calon yaitu 17 kursi, atau 20 persen dari total 85 kursi DPRD Sulsel hasil Pileg 2024 mendatang.

Gerindra juga memiliki sejumlah kader yang menjabat kepada daerah di Sulsel.

Antara lain seperti Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa, Bupati Sidrap Dollah Mando, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.

Untuk unsur pimpinan legislatif di Sulsel, Gerindra memiliki 11 kursi pimpinan. Dua kursi di antaranya adalah Ketua DPRD Jeneponto dan Sinjai.

Sembilan sisanya Wakil ketua DPRD di Bone, Pangkep, Sidrap, Wajo, Selayar, Gowa, dan Bulukumba. Ditambah Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Sebelumnya dalam dua kali keikutsertaan di Pilgub Sulsel, Gerindra selalu kalah.

Pada Pilgub Sulsel 2013, Gerindra mengusung pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi. Kalah melawan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang.

Lima tahun kemudian, Pilgub Sulsel 2018, Gerindra mengusung pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo.

Kalah melawan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.(*)

Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved