Tribun Bantaeng

Bantaeng Rawan Banjir, Tiga Sungai Bakal Dinormalisasi

Bencana banjir melanda empat Kecamatan di Kabupaten Bantaeng pekan lalu. Setelah Bantaeng diguyur hujan dengan intensitas tinggi

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/ACHMAD NASUTION
Kondisi rumah warga di jalan Bakri, Kecamatan Bissappu, saat banjir melanda Kabupaten Bantaeng, Kamis, (872021). 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Bencana banjir melanda empat Kecamatan di Kabupaten Bantaeng pekan lalu.

Banjir terjadi sejak Rabu, (7/7/2021) sekitar pukul 08.00 WITA hingga dini hari menjelang waktu salat subuh, Kamis, (8/7/2021).

Bencana itu terjadi setelah Bantaeng diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi sejak sore hingga dini hari.

Sehingga, tiga sungai yakni, Sasayya, Kaili dan Balang Sikuyu meluap hingga membanjiri sejumlah wilayah.

Hampir setiap tahun Bantaeng diterjang banjir. Dalam dua tahun terakhir Bantaeng berturut-turut mengalami bencana tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bantaeng, Andi Sjafaruddin Magau mengatakan, Sungai Balang Sikuyu menyebabkan banjir pada wilayah Pasar baru dan sekitarnya di Kecamatan Bisappu.

Kemudian, di Kampung Garegea dan sekitarnya di Kecamatan Bantaeng. Dan selain sungai itu beberapa luapan air pada saluran kecil juga menjadi penyebab.

"Balang Sikuyu ini Pasar, Garegea dan sekitarnya tentunya ada beberapa yang lain dari saluran kecil dari wilayah lainnya," kata Andi Sjafaruddin Magau saat dihubungi TribunBantaeng.com, via telepon selular Senin, (12/7/20201) sore.

Tak hanya banjir, Bantaeng juga menjadi wilayah yang sangat rawan terjadi longsor.

Saat banjir baru-baru ini, juga terjadi longsor di Kampung Panaikang, Kecamatan Bissappu, yang mengakibatkan irigasi air untuk persawahan seluas 146 hektare tertimbun.

Olehnya itu, Dinas PU Bantaeng berjanji akan melakukan langkah antisipasi bencana.

Pihaknya kini sedang mendata daerah rawan longsor kemudian dilakukan kajian yang bakal melibatkan aksi.

"Bantaeng ini memang rawan longsor karena berbukit, gunung Itu perlu dikaji mendalam daerah rawan longsor karena longsor itu bukan karena gundulnya saja tapi mungkin struktur tanah sudah mulai rapuh. Jadi kita mendata dulu kemudian dilakukan kajian yang membutuhkan para ahli," ujarnya.

Kata dia, setelah dilakukan kajian tindakan yang akan dilakukan dengan membuat struktur tanah menjadi stabil.

Disebutkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti turap atau membuat tanah menjadi bertingkat.

"Ada beberapa sistem bisa dalam bentuk memberikan turap, bisa juga dengan Cut And Fill atau dengan bertingkat-tingkat. Kita buat struktur yang lebih stabil," jelasnya.

Diketahui, banjir berdampak kerusakan pada sejumlah rumah warga. Sebanyak 216 rusak ringan, 23 rusak sedang, dan 3 rusak berat.

Tiga rumah rusak berat berada di tiga wilayah yakni, di Kelurahan Bonto Rita, Lamalaka dan di Desa Bonto Jai.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved