Partai Demokrat

Ibas Singgung Soal Bangsa Gagal di Tengah Pandemi Covid-19, Moeldoko: Jangan Jadi Lalat Politik

KSP Moeldoko kembali terlibat baku sindir dengan fungsionaris Partai Demokrat pasca, Ibas kritik langkah pemerintah tangani Covid-19.

Editor: Muh Hasim Arfah
handover
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono 

TRIBUN-TIMUR.COM- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan fungsionaris Partai Demokrat kembali baku sindir.

Sebelumnya, Moeldoko terpilih dalam Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Namun, Kementerian Hukum dan HAM menolak pengajuan pengesahan kepengurusan Moeldoko cs.

Kali ini, kubu Moeldoko kembali terlibat sindir menyindir saat ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyoroti meningkatnya kasus positif Covid-19, termasuk angka kematian yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

"Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita, dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar, bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," kata Ibas.

Menurut Ibas, kelangkaan tabung oksigen yang terjadi juga menunjukkan lemahnya antisipasi dari pemerintah.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain tapi, saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat," ucap Ibas yang juga Wakil Ketua umum PD.

Baca juga: Masih Ingat Nazaruddin? Dulu Dipercaya SBY Bendum Demokrat, Kini Bangun Masjid Setelah Dipenjara

Ibas juga mendorong pemerintah segera menyediakan vaksin yang lebih efektif.

Menurut Ibas, vaksinasi Covid-19 perlu dipercepat.

Ia juga menyampaikan banyak yang sudah divaksin tetap terpapar varian baru virus ini.

“Jika vaksin yang sebelumnya digunakan dianggap kurang bagus, pemerintah tak perlu ragu menghadirkan vaksin yang cespleng demi melindungi rakyat,” katanya.

Ia pun meminta prioritas percepatan vaksinasi di kota dan di desa atau daerah ekstrem, sehingga kita bisa hidup normal lagi seperti negara lain.

“Seperti beberapa negara di Eropa, misalnya," kata Ibas.

Tapi, pernyataan itu ditanggapi istana dengan nada sinis.

Baca juga: Status Ketua BEM UI Leon Alvinda Ketemu Ani Yudhoyono Jadi Sorotan, Politisi Demokrat Membela

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved