Breaking News:

Tribun Bulukumba

Polisi Diminta Usut Penyebab Robohnya Jembatan Tamaona Bulukumba

Robohnya jembatan di Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), disebut tak murni karena bencana.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/FIRKI ARISANDI
Warga menyeberangkan kendaraan dinjembatan darurat, setelah jembatan Tamaona ambruk, Kamis (872021) lalu. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Robohnya jembatan di Desa Tamaona, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), disebut tak murni karena bencana.

Robohnya jembatan penghubung ke beberapa desa tersebut, diduga karena material bangunan yang lemah.

Itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) Lidik Pro Bulukumba, Muhammad Darwis, Sabtu (10/7/2021) siang. Itu berdasarkan temuannya di lapangan.

Olehnya itu, Darwis meminta kejaksaan dan kepolisiaan untuk mengusut penyebab robohnya jembatan itu.

Darwis meminta kontraktor yang mengerjakan proyek itu untuk segera diperiksa.

"Persoalan banjir itu pasti, tapi kalau saya melihat berdasarkan pengamatan maka tidak semudah itu kontruksi dari badan jembatan bisa hanyut," kata Darwis.

"Artinya ada yang tidak beres dengan pembangunan jembatan tersebut, saya menilai bahwa kontraktornya hanya mengejar keuntungan semata tanpa memikirkan kualitas," tambahnya.

Olehya itu, ia berharap agar ada tim khusus yang bisa membuktikan bahwa proses hanyut dan putusnya jembatan itu.

"Jika putusnya jembatan dikarenakan kualitas, maka saya minta kejaksan dan kepolisian menyeret kontraktor yang kerja asal asalan dan hanya mengejar keuntungan semata untuk memperkaya diri," tegasnya.

Kalau ini dibukttikan, lanjut dia, maka ada tindakan melanggar hukum dan terindikasi korupsi berjamaah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved