Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Paspampres

Sejarah Paspampres Jadi Perisai Hidup Disumpah Hadapi Skenario Terburuk, Semua Pasukan Terlatih

Berikut sejarah paspampres Indonesia, perisai hidup disumpah hadapi skenario terburuk, semua pasukan terlatih dari satuan elite TNI

Editor: Mansur AM
Paspampres.mil.id
Ilustrasi Paspampres - Berikut sejarah paspampres Indonesia 

TRIBUN-TIMUR.COM - Paspampres mendadak jadi perbincangan.

Pemantiknya Praka Izroi Gajah.

Ketenangannya saat digeledah petugas yang menegakkan aturan PPKM Darurat di Jakarta panen dukungan.

Tetap adem dan tenang, tidak melawan.

Praka Izroi Gajah juga memberi hormat kepada seniornya sebelum meninggalkan tempat.

Ketika puluhan Paspampres mendatangi Markas Polres Jakarta Barat, sejatinya karena ketersinggungan institusi. Gara-gara ucapan salah satu petugas 'Kalau memang Paspampres, kenapa".

Komandan Paspampres mengademkan anggotanya dan semua termaafkan.

Bagaimana awal mula atau sejarah paspampres Indonesia?

Dirgahayu Paspampres diperingati tiap 3 Januari.

Selalu siaga 24 jam! Tak kenal lelah, tak kenal istirahat. 

Dari balik sorotan, Paspampres bekerja.

Keamanan Presiden, Wakil Presiden, beserta keluarga adalah taruhannya

Sebagai perisai hidup, mereka harus siap menghadapi segala skenario terburuk.

Sejarah mencatat, anggota Paspampres bahkan harus menjadi korban tatkala beberapa granat diledakan saat Bung Karno menghadiri acara sekolah anaknya di Peguruan Cikini tahun 1957.

DOK PASMPAMPRES
DOK PASMPAMPRES ()

Dari situ, Bung Karno pun mulai memikirkan perlunya pengamanan khusus bagi seorang presiden.

Namun, jauh sebelum itu, kisah perjalanan Paspampres sebenarnya berawal dari niat sukarela delapan orang pemuda pejuang untuk melindungi presiden pertama RI.

Pada 3 Januari 1946, mereka menjadi aktor di balik operasi penyelamatan Bung Karno dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Tanpa nama satuan khusus, atau pun senjata yang memadai, delapan pemuda itu sukses melakukan sebuah operasi senyap. Tanggal pelaksanaan operasi itu hingga sekarang ditetapkan sebagai hari lahir Paspampres.

Kini, di jaman digital, Paspampres memiliki tantangan yang berbeda.

Personel, kemampuan, hingga alutsista pendukung pun terus ditingkatkan.

Sejarah Paspampres Indonesia

Pasukan Pengamanan Presiden (atau Paspampres) adalah satuan pelaksana di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Personil Paspampres berasal dari prajurit pilihan seperti: (Kopassus, (Raider), Kostrad, Marinir, Yontaifib, Denjaka, Kopaska dan Kopaskhas, Den Bravo 90), yang setiap prajurit atau anggotanya dipilih dari yang terbaik dari segi fisik, mental, inteligensi, postur, dll untuk bertugas menjaga keamanan Kepala Negara beserta keluarga.

Paspampres lahir spontan bersama dengan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sama halnya dengan kelahiran TNI dan Polri.

Ketika kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan, terlihat adanya para pemuda pejuang yang berperan mengamankan Presiden.

Para pemuda yang berasal dari kesatuan Tokomu Kosakutai berperan sebagai pengawal pribadi, dan para pemuda eks PETA (Pembela Tanah Air) berperan sebagai pengawal Istana.

Prajurit TNI PIlihan

Postur tubuh yang idel dengan paras yang cantik dan tampan dalam balutan seragam ketika bertugas membuat publik sering gagal fokus.

Tentu saja, karena para Paspampres merupakan prajurit TNI terpilih.

Mereka harus lolos persyaratan fisik, postur tubuh, mental, dan lainnya.

Asintel Komandan Paspampres, Kolonel Kav Urip Prihatman mengamini memang Paspampres yang melekat pada keluarga presiden adalah orang terpilih dan berpenampilan baik.

"Memang mereka ini orang-orang terpilih. Jadi penampilan itu harus good looking sehingga enak dilihat dan yang pasti harus humanis," ujar Urip di Kantor Paspampres, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Urip menjelaskan Paspampres dibagi dalam empat grup utama.

Pembagian ‎ini berdasarkan siapa yang dikawal.

Grup A bertugas mengawal presiden beserta keluarganya dalam jarak dekat.

Grup B bertugas mengawal wakil presiden beserta keluarga wakil presiden.

Grup‎ C bertugas mengawal tamu negaara beserta keluarganya yang datang ke Indonesia.

Terakhir Grup D, pasukan yang ditugaskan mengawal presiden dan wakil presiden yang sudah tidak menjabat lagi.

"Kami (Paspampres) ada di ring 1, paling dalam, melekat dengan Presiden. Itu pun dibagi lagi jadi 3 zona : A, B, C," ujar Urip.

Urip menjelaskan ‎grup A itu merupakan pengawal atau pengamanan pribadi.

Mereka merupakan orang-orang terpilih dan telah lolos seleksi.

K‎husus pengamanan pribadi, tinggi badan minimal 175 cm.

Selain itu Paspampres juga dituntut memiliki IQ cerdas, bisa berenang sejauh 500 meter, bisa berbahasa Inggris.

Bisa berjalan cepat, punya ketahanan fisik, mahir menembak, mampu bela diri, dan pastinya siap menjadi tameng hidup bagi presiden dan wakil presiden serta keluarga.

"Paspampres berasal dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU.‎ Atensi Panglima TNI, yang masuk Paspampres harus yang terbaik dari TNI karena tugasnya berat, mengamankan simbol negara," tegas Urip.

Ilustrasi Paspampres RI.
Ilustrasi Paspampres RI. (PASPAMPRES.MIL.ID)

Berikut penjelasan lebih rinci terkait pengelompokan Paspampres:

Paspampres Grup A

Grup A adalah pasukan pengamanan yang khusus mengawal presiden beserta keluarganya dalam jarak dekat.

Grup ini memiliki kekuatan 4 detasemen. Detasemen adalah istilah dalam dunia militer dan polisi, yang artinya unit pasukan kecil yang dikhususkan pada tugas tertentu di daerah tertentu.

Paspampres Grup B

Grup B, merupakan pengamanan yang khusus diberikan kepada wakil presiden beserta keluarga wakil presiden.

Sama halnya dengan grup A, grup B memiliki kekuatan 4 detasemen atau 4 unit pasukan.

Paspampres Grup C

Grup C adalah pasukan yang melakukan pengawalan terhadap tamu negara beserta keluarganya yang datang ke Indonesia.

Tamu negara yang dikawal yakni kepala negara dan kepala pemerintahan seperti presiden, wakil presiden, atau menteri dari negara lain.

Paspampres Grup D

Adapun Grup D merupakan pasukan khusus yang ditugaskan untuk mengawal presiden dan wakil presiden yang sudah tidak menjabat lagi.

Jadi, tak hanya presiden yang sedang menjabat saja yang dijaga.

Presiden dan wakil presiden Indonesia di tahun-tahun sebelumnya juga dikawal oleh paspamres.(*)

 
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved