Breaking News:

Video Viral

Bukan Hoax! Jenazah Covid-19 Antre di Pemakaman, Jaga Diri, Keluarga dan Sahabat Anda dari Corona

Bukan Hoax! video viral jenazah Covid antre di Pemakaman, jaga diri, keluarga dan sahabat Anda dari Corona

Editor: Mansur AM
YOUTUBE
Bukan Hoax! video viral jenazah Covid antre di Pemakaman, jaga diri, keluarga dan sahabat Anda dari Corona 

TRIBUN-TIMUR.COM - Media sosial ramai dengan beredarnya video Ambulance yang membawa jenazah Covid-19 antre masuk pemakaman.

Ini bukan hoax.

Kejadian di Pulau Jawa.

Sebuah video rekaman yang menampilkan antrean ambulans di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Kota Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial.

Kepala Dinas Pertamanan, Kawasan Permukiman, dan Pemakaman (Disperkimtan) Kota Bekasi Jumhana Lutfi mengonfirmasi kebenaran video tersebut. Namun, antrean ambulans bukan disebabkan petugas yang mulai kewalahan memakamkan jenazah pasien Covid-19.

Favipiravir Hingga Azithromycin Antibiotik, Daftar Obat Diminum Prof dr Ari Saat Positif Covid-19

Baca juga: Aturan Baru Naik Pesawat Terbang di Masa PPKM Darurat, Berlaku Mulai 12 Juli 2021

"Antre karena datangnya berbarengan," ujar Lutfi dilansir Kompas.com dengan judul Video Viral Antrean Mobil Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Rorotan dan Padurenan Bekasi, Ada Apa? , Rabu (7/7/2021).

"Definisi ngantre bukan seperti orang antre ambil tiket, tapi berbarengan, sekali datang empat atau lima mobil," lanjut dia.

Sebagai informasi, TPU Padurenan sudah digunakan untuk pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan sesuai protokol kesehatan sejak tahun lalu.

Salah satu petugas pemakaman di TPU Pedurenan Bekasi, Andi mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 memang semakin meningkat.

Berdasarkan data per Selasa (6/7/2021), Kota Bekasi mencatat rekor tertinggi pemakaman jenazah Covid-19. Tercatat 118 jenazah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU Pedurenan Bekasi.

Sementara itu, menurut Andi, satu ambulans bisa membawa jenazah sampai 4 kali dalam sehari. Mereka membawa jenazah dari RSUD Kota Bekasi.

"(TPU) Pedurenan ini tutupnya jam 17.00, (satu ambulans) bisa sampai 4 kali satu kali, (satu ambulans) membawa 2 hingga 4 (jenazah pasien Covid-19 dalam sehari)," ujar Andi dilansir dari video Kompas TV.

Favipiravir Hingga Azithromycin Antibiotik, Daftar Obat Diminum Prof dr Ari Saat Positif Covid-19

Baca juga: Aturan Baru Naik Pesawat Terbang di Masa PPKM Darurat, Berlaku Mulai 12 Juli 2021

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebelumnya mengatakan bahwa jenazah pasien Covid-19 tidak harus dimakamkan di TPU Padurenan, asalkan tetap melalui proses pemulasaraan khusus Covid-19.

"Bagi masyarakat yang memiliki keluarga yang meninggal, jenazah tidak harus dimakamkan di Padurenan, boleh pemakaman keluarga. Mau dibawa ke Jawa juga boleh, silakan. Asal, harus melalui proses pemulasaraan terlebih dahulu," ungkap Rahmat pada Kamis (1/7/2021).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved