Breaking News:

Tanaman Porang

Umbi Porang Bernilai Ekonomi Tinggi di Mancanegara, Ini Alasannya

Sejak beberapa tahun terakhir, tanaman porang jadi pembicaraan banyak orang. Hal ini tidak terlepas dari nilai ekonomis tanaman umbi tersebut

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA
Petani sedang melakukan budidaya tanaman Porang yang terletak di Bendoro, Kabupaten Sidrap, Sulsel, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak beberapa tahun terakhir, tanaman porang jadi pembicaraan banyak orang. Hal ini tidak terlepas dari nilai ekonomis tanaman umbi tersebut yang bernilai tinggi.

Lantas, kenapa harga porang mahal dan apa alasannya?

Menurut Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Edi Santosa S.P M.Si, petani saat ini memang sangat memanfaatkan momentum harga mahal dari penjualan tanaman porang ini.

"Ya ini karena penggunaannya sangat luas itu, jadi (harga porang) relatif mahal," kata Edi kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2021).

"Karena penggunaannya luas, barang itu (tanaman porang) banyak dicari orang," imbuhnya.

Menurut Edi, penggunaan dan potensi tanaman porang ini memang cukup besar baik dari aspek medis, sosial, hingga ekonomi.

Desa Rana Kulang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT menjadi pusat Tanaman porang. ribuan <a href='https://makassar.tribunnews.com/tag/tanaman-porang' title='tanaman porang'>tanaman porang</a> ditanam oleh petani dan juga ada petani milenial <a href='https://makassar.tribunnews.com/tag/porang' title='Porang'>Porang</a> di desa tersebut, Februari 2021. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Berikut beberapa sifat yang ada di umbi porang (Amorphhophallus muelleri) dan menjadi alasan kenapa harga tanaman porang sangat mahal dibandingkan jenis tanaman umbi-umbi lainnya.

1. Bagus untuk diet
Alasan pertama mengapa tanaman porang dijual dengan harga mahal adalah karena di dalam umbi porang, terkandung karbohidrat glukomanan.

Glukomanan adalah nutrisi yang termasuk karbohidrat rantai panjang. Artinya, saat dimakan karbohidrat tersebut tidak mudah dicerna dengan baik.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved