Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Penghasilan Komisaris PT Vale Rp242 Juta Per Triwulan, Sekali Hadir Rapat Rp 36 Juta

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu rangkap jabatan sebagai komisaris independen PT Vale Indonesia.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
Ist
Pabrik PT Vale Indonesia di Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu rangkap jabatan sebagai komisaris independen PT Vale Indonesia.

Prof Dwia diangkat sebagai komisaris independen hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale atau Perseroan, IDX Ticker: INCO) berlangsung waktu itu di Jakarta pada Senin (7/9/2020).

Prof Dwia sudah hampir setahun menjabat sebagai komisaris independen di perusahaan nikkel yang beroperasi di Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur.

Prof Dwia kemudian ramai dibicarakan khalayak karena sebagai rektor dianggap tidak boleh rangkap jabatan, seperti menjadi komisaris.

Merujuk pada peraturan pemerintah RI nomor 53 tahun 2015 tentang statuta Universitas Hasanuddin.

Dimana poin 4 sangat jelas menyebutkan rektor dilarang merangkap jabatan, pada huruf d menyebutkan badan usaha di dalam maupun di luar Unhas.

Larangan rangkap jabatan juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 33 tahun 2012.

Tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor/ketua/direktur pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Pada pasal 9 ayat 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyebutkan bahwa rektor akan diberhentikan ketika berhalangan tetap.

Kemudian di pasal 11 ayat 2 penjabaran mengenai berhalangan tetap dimaksudkan ketika rektor diangkat dalam jabatan lain, dll.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved