Breaking News:

Tribun Sinjai

Sempat Anjlok, Kini Harga Porang Mulai Naik di Sinjai

Sempat Anjlok, Kini Harga Porang Mulai Naik di Sinjai Rp 6.500 per kilogram-Rp 7.000 per kilogram.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Petani di Desa Bontosalama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai sedang memperlihatkan umbi porang yang baru saja ditanam. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI BARAT - Para petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai bergembira. Pasalnya harga porang per kilogram mulai naik kembali.

Harga porang saat ini mulai Rp 6.500 per kilogram-Rp 7.000 per kilogram. Harga mulai naik dari akhir Juni-awal Juli.

"Harga porang mulai memperlihatkan ada kenaikan dari harga sebelumnya," kata petani porang di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Kamal kepada tribun-timur.com, Senin (5/7/2021).

Dia berharap kepada pemerintah agar ikut menjaga dan menstabilkan harga porang seperti semula yakni Rp 9.000 per kilogram.

Sebelumnya harga porang turun drastis Rp 5.000 perkilogram hingga Rp 4.000 per kilogram.

Harga itu anjlok saat pekan pertama Mei lalu atau menjelang lebaran Idulfitri 1442 Hijriah.

Sejumlah petani di daerah tersebut mengaku kecewa. Lantaran sudah membiayai dengan mahal tanaman porangnya lalu anjlok harganya.

Disamping itu, saat petani sedang membutuhkan uang, harga porang turun drastis dari yang sebelumnya.

Di Kabupaten Sinjai, petani di delapan kecamatan mengembangkan tanaman porang.

Awalnya tanaman ini dibiarkan tumbuh liar di kebun-kebun petani di Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Selatan, Sinjai Tengah dan Sinjai Barat.

Belakangan diketahui bernilai ekonomi, tanaman itu kemudian dipelihara untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat Sinjai di tengah pandemi covid-19 ini.

Saat ini salah satu perusahaan di Kabupaten Bulukumba, Sinjai dan Bone gencar melakukan sosialisasi tanaman porang.

Perusahaan tersebut bernama PT Maraja Utama. Perusahan ini menggandeng Bank BPD Sulsel dan Bank BNI untuk siapkan kredit porang.

Perusahaan ini membantu masyarakat tani yang tidak memiliki akses kemampuan membudidayakan tanaman porang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved