Breaking News:

Tribun Sinjai

Masyarakat Bikeru Sinjai Selatan Butuh 2 Kontainer Sampah

Masyarakat Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan membutuhkan dua kontainer sampah. 

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Sampah di Pasar Samaenre, Kecamatan Sinjai Selatan/SAMBA 

TRIBUNSINJAI. COM, BIKERU - Masyarakat Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan membutuhkan dua kontainer sampah. 

Saat ini Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan memiliki satu kontainer sampah dari Pemerintah Kabupaten Sinjai. 

Sehingga cepat penuh. Saat penuh sampah tumpah ke area pembuangan sampah yang berada di dalam Pasar Bikeru, Kecamatan Sinjai Selatan.

Akibatnya masyarakat pasar dan masyarakat sekitar pasar merasakan dampaknya berupa bau busuk.

Saat penuh karena lambat diangkut, sejumlah oknum masyarakat di daerah itu memilih badan jalan sebagai tempat pembuangan sampah. 

Seperti saluran drainase di Desa Alenangka dijadikan area tempat pembuangan sampah. 

Jalan poros Cappabulu-Honto Gareccing dan Jalan Pendidikan, Kelurahan Sangiasserri ke Gareccing, ke Desa Talle dijadilan sebagai area pembuangan sampah. 

Jalan yang pesona alami itu menjadi kian jorok. " Sampah-sampah itu banyak dibuang di atas badan jalan dan drainase oleh oknum warga," kata Abdullah, warga Sinjai Selatan, Senin (5/7/2021).

Ia berharap kepada pemerintah memiliki peranan penting untuk memberi sanksi kepada pelaku pembuang sampah di area publik.

Camat Sinjai Selatan Andi Hadi mengungkap bahwa di daerah itu membutuhkan satu kontainer lagi. 

"Kita sebetulnya butuh kontainer sebanyak dua. Saat ini baru satu dan penuh," kata Camat Sinjai Selatan Andi Hadi.

Dikatakan bahwa selama ini keberadaan kontainer sampah ini cukup membantu masyarakat di Bikeru dan beberapa masyarakat desa lainnya di Sinjai Selatan. 

Sehingga dinas terkait perlu menyikapi aspirasi masyarakat itu. 

Kecamatan Sinjai Selatan memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Kabupaten Sinjai yakni 30 ribu jiwa lebih. 

Saat ini geliat ekonomi masyarakat di daerah ini juga tumbuh setelah memasuki panen padi, panen porang dan Agustus-September memasuki panen cengkih. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved