Breaking News:

Tanaman Porang

Dulu Porang Tak Dilirik, Kini Jadi Primadona, Ternyata Ini Penyebabnya

Umbi porang telah diekspor ke berbagai negara, salah satunya Jepang. Di sana, umbi porang diolah menjadi beras shirataki atau beras diet.

Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA
Petani sedang melakukan budidaya tanaman Porang yang terletak di Bendoro, Kabupaten Sidrap, Sulsel, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNTIMUR.COM - Akhir-akhir ini, tanaman porang menjadi pembicaraan banyak orang. Tanaman ini menjadi primadona di sebagian kalangan, karena memiliki nilai ekspor yang cukup menjanjikan.

Umbi porang telah diekspor ke berbagai negara, salah satunya Jepang. Di sana, umbi porang diolah menjadi beras shirataki atau beras diet.

Karena nilai ekspornya yang cukup tinggi itulah, kini banyak orang yang melirik tanaman porang sebagai sumber penghasilan.

Padahal, porang dulu sama sekali tak dilirik oleh masyarakat karena umbinya menimbulkan gatal-gatal.

Lalu apakah tanaman porang itu?

Sebelum tahun 70-an, masyaraka Jawa mengenal tanaman umbi-umbian suweg atau dikenal dengan iles-iles.

Umbinya berbentuk bulat dengan akar rambut di kulit luarnya. Sedangkan bunganya seperti bunga bangkai.

Nah porang adalah tanaman sejenis suweg. Yang membedakanya hanyalah pada warga umbinya. Umbi suweg berwarna agak kuning oranye, Sementara umbi porang berwarna kuning.

Untuk umbi iles-iles berwarna putih.

Oleh masyarakat, umbi suweg banyak dikonsumsi dengan cara dikukus dan dimakan dengan parutan kelapa muda serta garam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved