Tribun Sidrap

Petani Sidrap Beri Tips Untung Besar dari Budidaya Tanaman Porang

Petani Sidrap yang juga Kelompok Tani Semangat Milenial Beri Tips Untung Besar dari Budidaya Tanaman Porang

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Petani di Dusun Tellang, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, saat mengecek bibit porang yang sudah mulai tumbuh, Minggu (4/7/2021). 

"Bentuknya kecil-kecil dan berwarna merah jika sudah masak. Kemudian nanti akan berjatuhan sendiri," jelasnya.

"Kalau sudah berjatuhan itu tandanya dorman. Sisa dikeringkan untuk mendapat biji yang ada di dalamnya. Kemudian di tanam di polybag," terangnya.

Kalau di polybag sudah tumbuh batangnya, baru dipindahkan ke lahan.

"Tips agar tidak gagal panen itu, dipupuk dengan baik dan sering melakukan penyemprotan serta naungannya harus bagus," tuturnya.

"Supaya tanaman porang tidak terlalu terkena terik matahari, bisa ditanami pohon pisang di dekat bedengan juga. Itu sebagai pelindung porang. Kalau panen, bisa dua kali. Dapat porang dan dapat pisang," tambahnya.

Ia membeberkan, panen porang di musim ketiga lebih bagus. Karena porang bisa lebih besar dan beratnya bertambah. 

Nanti hasil panen porang dijual dengan cara melihat berat dari porang tersebut.

"Kalau porangnya besar dan timbangannya berat, bisa membuahkan hasil yang banyak. 1 kg itu biasanya dibeli Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu," imbuhnya.

Biasanya jika panen porang di musim ketiga itu berat satu porang bisa empat atau lima kilogram.

"Jadi, satu porang bisa seharga Rp 50 ribu. Kalau dikali banyak dengan luas lahan 1 hektare bisa Rp 200 juta penghasilannya," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribunsidrap.com, Nining Angreani

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved