Tribun Sidrap

Petani Sidrap Beri Tips Untung Besar dari Budidaya Tanaman Porang

Petani Sidrap yang juga Kelompok Tani Semangat Milenial Beri Tips Untung Besar dari Budidaya Tanaman Porang

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Petani di Dusun Tellang, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, saat mengecek bibit porang yang sudah mulai tumbuh, Minggu (4/7/2021). 

"Kalau tanah datar atau lahan tidur kita kelola dengan mekanisme penuh. Harus digemburkan  terlebih dahulu menggunakan traktor," kata Mansur saat ditemui tribun-timur.com.

Setelah itu, membersihkan semua sampah-sampah yang ada di lahan.

"Kemudian tanah diolah lagi menggunakan traktor sampai tanah menjadi lembek," ucapnya.

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan unsur hara dalam tanah.

"Unsur hara yang dimaksud ini yakni nutrisi yang terkandung dalam tanah dan dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman," bebernya.

Selanjutnya, tanah yang sudah lembek itu dicampur dengan sekam dan dibuatkan bedengan untuk tanaman.

"Itulah tahap pertama untuk membuat media tanamnya," ucapnya.

Untuk menanam porang harus memperhatikan cuaca.

"Untuk jadwal tanam yang bagus itu bulan 10 sampai bulan 12," bebernya.

Nasir menyarankan agar memilih bibit yang bagus.

"Bibitnya tidak boleh berjamur. Usahakan memilih bibit yang besarnya seperti buah salak," ujarnya.

Ia melanjutkan, bibit porang cukup ditanam sekali saja. Karena setelah berumur tiga tahun akan membuahkan spora yang nantinya bijinya akan berjatuhan dan bisa ditanami lagi.

Tanaman Porang memiliki tiga musim. Musim pertama dan kedua menghasilkan katak. Musim ketiga baru menghasilkan spora.

Spora yang dimaksud adalah buah yang tumbuh diantara batang tanaman Porang.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved