Persib Bandung
Dipaksa Bermain, Enam Pemain Persib Bandung Cedera
Keenam pemain tersebut yakni, Beckham Putra Nugraha, Abdul Aziz, Esteban Vizcarra, Wander Luiz, Teja Paku Alam,dan terbaru adalah Mario Jardel.
TRIBUNTIMUR.COM - Enam pemain Persib Bandung mengalami cedera saat persiapan menuju kompetisi Liga 1 2021.
Keenam pemain tersebut yakni, Beckham Putra Nugraha, Abdul Aziz, Esteban Vizcarra, Wander Luiz, Teja Paku Alam,dan terbaru adalah Mario Jardel.
Mereka cerdera sejak Persib Bandung memulai latihan kurang lebih 4 pekan lalu.
Ada yang sudah sembuh dan masih dalam masa pemulihan.
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengatakan, salah satu faktor yang membuat para pemainnya harus bertumbangan karena cedera adalah turnamen Piala Menpora beberapa waktu lalu.
"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kami terpaksa untuk bermain di Piala Menpora dan pemain tidak bermain selama satu tahun sebelumnya. Tidak cukup latihan dua pekan lalu harus bermain di laga yang harus dimenangkan," ujar Robert, belum lama ini.
Pada turnamen itu, mantan pelatih PSM Makassar itu menuturkan, para pemain langsung mendapatkan tekanan yang sangat tinggi untuk bisa meraih kemenangan dan bahkan menjadi juara.
Padahal kata dia, dengan persiapan yang cukup mepet serta pemain tidak bermain selama satu tahun membuat kondisinya menjadi rentan mengalami cedera.
"Bisa dilihat pemain belum siap untuk melakukan itu. Tapi ada juga cedera yang bisa terjadi kapan saja seperti yang dialami Teja," katanya.
Dari sekian banyaknya pemain yang mengalami cedera, pelatih asal Belanda itu menilai Abdul Aziz dan Wander Luiz menjadi korban dari Piala Menpora.
Keduanya kata Robert dipaksa untuk bermain di laga kompetitif padahal secara fisik maupun mental sangat belum siap.
"Jadi di pramusim, kamu membangun tim dengan laga latih tanding, tapi di Piala Menpora itu tidak bagus dan kami dipaksa untuk bermain di sana," katanya.
Harapan Robert Rene Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts memiliki harapan tinggi setelah selesainya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat yang dimulai 3 hingga 20 Juli.
Robert Alberts ingin setelah berjalannya PPKM Darurat, nasib kompetisi sepak bola Liga 1 2021 segera ditentukan.
Menurutnya penundaan Liga 1 paling tepat dilakukan selama 1 bulan dan awal Agustus menjadi waktu kick off.
Seperti diketahui, Liga 1 2021 yang semula dijadwalkan mulai 9 Juli harus mengalami penundaan.
PSSI dan PT LIB resmi menunda kick off Liga 1 hingga waktu yang belum ditentukan.
Menyusul penundaan Liga 1, Pemerintah Indonesia juga langsung memberlakukan PPKM Darurat.
Hal ini tentu menjadi perhatian khusus akibat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.
"Jika lockdown selesai pada 20 Juli tentunya tim akan kembali berkumpul untuk berlatih. Jadi kami menyarankan dua pekan setelah lockdown, liga dimulai," ujar Robert kepada Tribun Jabar, Minggu (4/7/2021).
"Dalam hal itu, kami melihat pekan pertama Agustus (liga dimulai). Jadi liga ditunda sekitar satu bulan dan saya pikir itu harus diperhatikan," tambahnya.
Pelatih asal Belanda ini nampak masih sedikit kesal karena setiap kali tim sudah melakukan berbagai persiapan, kompetisi harus mengalami penundaan.
Ia berharap, setelah PPKM darurat nanti selesai, kompetisi bisa segera bergulir sesuai jadwal.
"Saya juga masih belum memahami dengan kebijakannya. Jika melihat di negara lain, sangat berbeda," ucapnya.
Skuad Persib Bandung saat ini juga sedang memberlakukan program latihan mandiri sebagai upaya mendukung kebijakan PPKM Darurat.
Selama menjalani program, pemain tetap dipantau oleh tim pelatih melalui laporan berformat video.
Pemain harus melahap menu latihan yang sudah dipersiapkan setiap harinya oleh tim pelatih.
"Ya kami dimulai dari tanggal 3 melakukan latihan tiga kali sepekan dengan program latihan yang diberikan lewat video.
"Semua dilakukan di lingkungan masing-masing secara individual," terang Robert.
Mantan pelatih PSM Makassar itu pun memberikan keringanan kepada para pemainnya jika ingin melakukan latihan di luar Bandung.
Artinya, pemain diizinkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing selama latihan mandiri.
"Menghabiskan waktu bersama keluarga dan ketika kami mendapat informasi yang pasti bisa memakai lagi stadion di waktu yang akan datang, mereka baru kembali ke Bandung lagi." ucap pelatih berusia 66 tahun itu.(*)