Breaking News:

Bank Indonesia

3 Strategi BI Antisipasi Potensi Kenaikan Tekanan Inflasi di Sulsel

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel memiliki strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan tekanan inflasi di tahun 2021

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
Dok BI Perwakilan Sulawesi Selatan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Budi Hanoto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Budi Hanoto menyampaikan pihaknya memiliki strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan tekanan inflasi di tahun 2021.

Bank Indonesia bersama dengan instansi yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan serangkaian strategi pengendalian inflasi.

Pertama, Koordinasi kebijakan untuk optimalisasi Pasar Induk Beras Lapadde di Pare Pare.

Selanjutnya, High Level Meeting untuk Pengendalian inflasi semester II 2021 Kabupaten Maros.

"BI juga melakukan pemantauan harga dan stok bahan makanan secara berkala," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (2/7/2021) malam.

Lebih jauh disampaikan, sebelumnya pada bulan Juni 2021, Sulsel mengalami deflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar -0,25 persen (mtm).

Atau mengalami penurunan apabila dibandingkan bulan sebelumnya dengan inflasi tercatat sebesar 0,34 persen (mtm).

Meskipun demikian, inflasi Sulsel baik dilihat secara tahunan maupun sepanjang tahun kalender, yaitu masing-masing sebesar 1,49 persen (yoy) dan 1,41 persen (ytd).

"Masih tetap berada dalam rentang target inflasi nasional," sebutnya.

Secara bulanan, deflasi Sulsel dipengaruhi penurunan pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,71 persen (mtm).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved