Breaking News:

Tribun Bisnis

Tiran Group Bangun Smelter di Atas Lahan Seluas 5 Ribu Hektare

Tiran Group melakukan investasi besar-besaran di kawasan Industri berbasis smelter nikel.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
Tiran Grup
Penandatanganan kontrak kerjasama Pembangunan Smelter PT Tiran Grup di AAS Building, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiran Group melakukan investasi besar-besaran di kawasan Industri berbasis smelter nikel.

Tiran Group akan membangun kawasan industri smelter nikel seluas 5.199 ha.

Dirut Tiran Group, Sattar Taba mengatakan rencana pembangunan smelter ini dimulai dengan penandatanganan pembangunan satu line smelter antara PT Andi Nurhadi Mandiri (ANDM) dengan Tonghua Jianxin Technology Co. Ltd. Nilainya, Rp 1,8 triliun.

Penandatanganan dilakukan di AAS Building, Jumat (2/7/2021).

"Kami menandatangani kontrak pembangunan satu dari empat line smelter senilai Rp 4,9 triliun," kata Sattar Taba lewat rilis yang diterima tribun-timur.com, Jumat (2/7/2021).

Di dalamnya termasuk investasi untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti water treatment, perkantoran dan pemondokan, gardu induk, serta fasilitas pendukung lainnya. Empat line smelter tersebut akan menduduki lahan sekitar 50 Ha.

Secara keseluruhan, akan ada delapan line smelter yang akan dibangun perusahaan milik Andi Amran Sulaiman ini.

"Potensi investor smelter yang akan datang tentu besar dengan kawasan yang cukup luas," ujarnya.

Sattar Taba melanjutkan, masa depan smelter tersebut sangat cerah. Bijih nikel (ore) untuk smelter diproduksi langsung oleh perusahaan tambang dibawah Tiran Group.

Konsentrasi Tiran Group membangun smelter berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang hasilnya kan dinikmati oleh negara. 

Dengan orientasi ini Tiran Group diharapkan menjadi contoh pelaku percepatan investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 

Ia menambah, kontrak jual beli listrik dengan PLN juga menjadi rangkaian dalam acara ini. 

Nantinya, PLN akan membangun transmisi untuk pasokan listrik sebesar 50 MW ke PT Tiran Mineral dengan biaya sambungan sekitar Rp 26 miliar.

Untuk sambungan ini PT PLN akan harus melakukan investasi sebesar Rp 798 miliar. 

Sekadar informasi, giat ini dihadiri secara virtual oleh Direktur Bisnis Regional PLN Sulmapana Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, serta beberapa perwakilan perusahaan perbankan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved