Breaking News:

Tribun Luwu

Puluhan Kepala Desa di Luwu Tidak Setor Uang PBB, Nilai Totalnya Rp 7 Miliar

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu, Erny Veronica Maramba, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bapenda dan Inspektorat

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
Kejari Luwu
Kepala Desa Tirowali, Ishak, ditahan Kejari Luwu, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mengendap di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mencapai Rp 7 miliar.

Uang tersebut diduga mengendap di kepala desa dan mantan kepala desa.

Informasi dihimpun tribun-timur.com, nominal di atas merupakan tunggakan dari tahun 2014 hingga 2021.

Dimana, hampir seluruh desa di Luwu memiliki tunggakan PBB.

Besarannya bervariasi, mulai di bawah Rp 1 juta hingga di atas Rp 300 juta.

Tunggakan PBB terbesar ditemukan di Desa Buntu Nanna Rp 345 juta dan Desa Bassiang Timur Rp 327 juta.

Kemudian Desa To'bua Rp 276 juta, Kelurahan Pammanu Rp 278 juta, Desa Senga Selatan Rp 200 juta, dan Desa Seppong Rp 145 juta.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu, Muhammad Rudi tidak menampik apabila masih banyak desa di Luwu menunggak PBB.

Namun demikian, dikatakan Rudi, tunggakan tersebut rata-rata peninggalan kepala desa terdahulu.

"Sehingga kepala desa yang menjabat saat ini kesulitan dalam melakukan penagihan," kata Rudi di Belopa, Rabu (30/6/2021) siang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved