Tanaman Hias

Lebih Dekat dengan Aglonema, Tanaman Hias yang Banyak Dicari Orang di Masa Pandemi

Di masa pandemi seperti saat ini, berkebun adalah salah satu kegiatan yang banyak dilakukan orang.

Editor: Muh. Irham
Internet
Aglonema Bidadari 

TRIBUN-TIMUR.COM - Di masa pandemi seperti saat ini, berkebun adalah salah satu kegiatan yang banyak dilakukan orang.

Bagi sebagian orang yang memilih tinggal dan bekerja di rumah, berkebun di taman depan atau belakang rumah, menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Tanaman yang banyak dikembangbiakkan di masa pendemi saat ini adalah, tanaman hias jenis aglonema.

Di Indonesia, aglonema memiliki julukan Sri Rejeki, yang mana memiliki arti pembawa rezeki dan kebaikan bagi pemiliknya.

Percaya atau tidak, persepsi aglonema ada diyakini oleh tidak sedikit orang. Akan tetapi, betul atau tidaknya itu bergantung kepada masing-masing diri seseorang.

Dilansir dari The Spruce, Rabu (4/11/2020), aglonema juga dikenal dengan nama Chinese Evergreen.

Tanaman ini sangat dekoratif dan hadir dalam banyak varietas. Yang paling mencolok terlihat adalah variasi warnanya, mulai dari abu-abu tua hingga perak, dan beberapa semburat merah. Umumnya aglonema mempunyai daun menyirip.

Karena memikat hati, berbagai macam aglonema telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik.

Saat ini, aglonema memiliki bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun, sehingga jauh berbeda dari spesies alaminya.

Warna daun terang bergradasi yang indah dan bervariasi, menjadi magnet bagi orang-orang untuk mau menanam dan merawat aglonema.

Di Indonesia, terdapat 12 jenis aglonema, ada Aglonema Bidadari, Pride of Sumatra, Moonlight, Adelia, Legacy dan Claudia. Selanjutnya, ada pula Aglonema Lipstik, Widuri, Cinta, Red Kochin, Tiara dan Red Ruby.

Aglonema sendiri merupakan salah satu jenis tanaman yang menyukai air. Apabila media penanaman aglonema lembab, hal itu membuat daunnya menjadi subur.

Meski begitu, meletakkan tanaman aglonema harus betul-betul diperhatikan. Sebab, tanaman yang tumbuh liar di hutan hujan Asia Tenggara ini tidak bisa terkena sinar matahari secara langsung.

Jika terkena sinar matahari, maka warna daun Aglonema akan menjadi pudar. Jika dibiarkan kelamaan terkena sinar matahari, daunnya bisa gosong.

Harga tanaman Aglonema bervariasi, tergantung jenis, warna, dan ukuran.

Kisaran harga Aglonema yang dipasarkan yakni Rp 50.000 sampai lebih dari Rp 1 juta. Aglonema yang paling banyak diburu adalah aglonema dengan yang daunnya didominasi warna merah atau jenis suksom jaipong dan red anjamani.

Selain itu, harga Aglonema bisa semakin mahal dijual apabila tanaman tersebut pernah memenangi sebuah kontes atau perlombaan tanaman.

Karena dinilai menjanjikan, tak sedikit orang menanam aglonema sebagai cuan alias mencari penghasilan baru di masa yang sulit akibat pandemi ini.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved