Tribun Takalar

KPK Kawal Proyek Drip Irigasi di Kecamatan Marbo Takalar

KPK Kawal Proyek Drip Irigasi di Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
ist
KPK Tinjau proyek PEN Sulsel, drip irigasi Marbo-Takalar beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu proyek Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), drip irigasi di Desa Bontomanai, Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar dikawal oleh Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tepat pada Senin (28/6/2021) lalu, tim Korsupgah KPK meninjau langsung proyek irigasi tetes tersebut.

Irigasi tetes merupakan metode irigasi yang menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman.

Baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Andi Ardin Tjatjo.

Ardin menjelaskan, pada kunjungan itu KPK melakukan uji coba fungsi  irigasi tetes di 20 titik sumur.

Irigasi tetes tersebut akan mengairi 162 hektare lahan tanam.

"KPK mengapresiasi fungsi alat tersebut dan minta melanjutkan terus kegiatannya. Artinya tidak ada masalah," ucap Ardin Tjatjo kepada tribun-timur.com, Rabu (30/6/2021) siang.

Selain uji coba irigasi tetes, tim korsupgah juga menyaksikan langsung proses pengolahan tanam jagung.

Ada banyak manfaat dari program irigasi tetes ini kata Ardin, dimana dalam setahun bisa dilakukan kegiatan tanam sebanyak tiga kali.

"Selama ini hanya bisa ditanami satu kali setahun. Dengan hadirnya alat ini maka pertanaman naik menjadi tiga kali," jelasnya.

Lanjut Ardin, proyek PEN tersebut telah rampung 100 persen, sisa difungsikan.

Anggarannya sekitar Rp 21 miliar lebih.

Selanjutnya, tugas Dinas Pertanian memberikan penjelasan teknis terkait cara mengoperasikan alat tersebut kepada petani selaku user.

"Pengoperasian 20 titik sumur bor dan drip irigasi ini dilakukan oleh petani dibawah bimbingan penyuluh pertanian," paparnya.

Sekadar informasi, peninjauan oleh korsupgah KPK dihadiri oleh Inspektorat dan Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, kepala desa dan camat setempat dan 10 kelompok tani di Takalar.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved