Breaking News:

Tribun Sinjai

Dinilai Tak Cukup Bukti, Oknum ASN Kecamatan Tellulimpoe Terduga Judi Sabung Ayam Dibebaskan

Dinilai Tak Cukup Bukti, Oknum ASN Kecamatan Tellulimpoe Terduga Judi Sabung Ayam Dibebaskan

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
Polres Sinjai
Barang bukti pelaku judi sabung ayam di Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai. 

TRIBUNSINJAI.COM, TELLULIMPOE - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Camat Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dipulangkan oleh Polres Sinjai.

ASN tersebut berinisial AN (40) sebelumnya dibawa anggota polisi ke Mapolres Sinjai bersama tiga orang lainnya.

Ia digelandang ke kantor polisi karena diduga terlibat judi sabung ayam di Tellulimpoe.

Selain AN turut diamankan IA (43) seorang IRT, Jufri (50) petani, dan Jumalang (50) petani.

Barang bukti berupa ayam yang diadu, taji, sepeda motor dan kendaraan mobil juga ikut dibawa ke Polres Sinjai.

Dari hasil pemeriksaan polisi, dua orang dinyatakan tidak terlibat dalam aksi judi sabung ayam.

Mereka hanya berada di lokasi itu saat aksi judi sabung ayam sedang berlangsung.

"ASN berinisial AN dan seorang IRT IA kami pulangkan karena mereka tidak ada barang bukti. Kalau tidak ada barang bukti apanya mau diproses," kata Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam kepada tribun-timur.com, Rabu (30/6/2021).

Berbeda dengan Jumalang dan Jufri. Keduanya memiliki barang bukti sehingga proses hukumnya diteruskan.

Saat ini berkas kedua petani tersebut sudah memasuki perampungan.

Selanjutnya akan dipersiapkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sinjai.

Sebelumnya juga Polres Sinjai menggerebek judi sabung ayam di Dusun Pao, Desa Palangka.

Dalam penggerebekan itu tujuh orang dibawa ke Polres Sinjai termasuk seorang oknum guru di Sinjai dan seorang staf Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

Kedua ASN tersebut juga dilepas setelah menjalani tahanan di Mapolres Sinjai karena dinilai polisi tidak cukup bukti. 

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDM) Sinjai, Lukman Mannan menegaskan jika ASN terbukti secara hukum melakukan pelanggaran maka terdapat sanksi yang diatur dalam undang-undang kepegawaian.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved